Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Citigroup Berbalik Dukung Stablecoin Lewat Investasi di BVNK

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
YahooFinance YahooFinance
09 Okt 2025
289 dibaca
2 menit
Citigroup Berbalik Dukung Stablecoin Lewat Investasi di BVNK

Rangkuman 15 Detik

Citigroup telah berinvestasi dalam BVNK meskipun sebelumnya memperingatkan tentang risiko stabilcoin.
GENIUS Act memberikan kejelasan regulasi yang mendukung pertumbuhan pasar stabilcoin.
BVNK mengalami pertumbuhan pesat di AS dan berfokus pada teknologi pembayaran global.
Citigroup, salah satu bank terbesar di dunia, kini memilih untuk berinvestasi dalam perusahaan teknologi stablecoin bernama BVNK melalui unit ventura mereka, Citi Ventures. Ini merupakan perubahan sikap yang menarik karena sebelumnya bank ini memperingatkan bahwa stablecoin yang memberikan imbal hasil bisa memicu penarikan simpanan massal dari bank tradisional. BVNK sendiri menyediakan teknologi pembayaran yang memudahkan transaksi global menggunakan stablecoin, memungkinkan pergerakan uang antara mata uang fiat dan kripto dengan cepat dan murah. Perusahaan ini kini punya nilai lebih dari 750 juta dolar AS dan mendapat dukungan dari para pemain besar seperti Coinbase dan Tiger Global. Perkembangan positif di pasar Amerika Serikat diperkuat oleh lahirnya GENIUS Act yang memberikan regulasi yang jelas bagi stablecoin. Regulasi ini dianggap menciptakan iklim yang lebih kondusif sehingga pertumbuhan dan adopsi stablecoin di AS meningkat signifikan sepanjang 12-18 bulan terakhir. Sementara kekhawatiran soal pelarian dana dari bank akibat stablecoin masih menjadi perdebatan, beberapa kelompok industri kripto berpendapat bahwa upaya mengekang stablecoin akan mengurangi pilihan konsumen dan melanggengkan dominasi institusi keuangan lama. Bahkan hasil penelitian Coinbase menunjukkan tidak ada korelasi signifikan antara adopsi stablecoin dengan penarikan dana dari bank komunitas. Selain itu, bank-bank besar lain seperti JPMorgan Chase, Bank of New York Mellon, dan HSBC juga sudah mulai menguji atau meluncurkan produk tokenisasi deposito dan stablecoin mereka sendiri. Transaksi stablecoin global dalam 30 hari terakhir telah menembus lebih dari 5 triliun dolar AS, menggambarkan betapa pesat dan pentingnya peran stablecoin sebagai infrastruktur keuangan masa depan.

Analisis Ahli

Jane Fraser
Memandang digital assets sebagai evolusi berikutnya dalam pembayaran dan likuiditas yang mesti diadopsi dengan pendekatan yang aman dan terkendali.
Ronit Ghose
Mengkhawatirkan stablecoin berimbal hasil dapat menyebabkan pelarian simpanan ala era 1980-an, mengguncang funding model bank tradisional.
Paul Grewal
Mengkritik upaya pelobi perbankan menghambat kompetisi dari stablecoin dan teknologi digital baru.
Scott Bessent
Optimis stablecoin akan memperluas akses dolar secara global dan mendorong permintaan untuk Treasury AS.