Grab vs Lyft: Siapa yang Lebih Unggul dan Pilihan Investasi Terbaik Saat Ini?
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
16 Okt 2025
228 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Grab menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan diversifikasi layanan di Asia Tenggara.
Lyft memiliki strategi yang baik untuk meningkatkan gross bookings tetapi dihadapkan pada tantangan utang.
Kemitraan Grab dengan WeRide untuk kendaraan otonom menunjukkan komitmennya dalam inovasi teknologi.
Lyft dan Grab adalah dua perusahaan ride-hailing yang beroperasi di wilayah berbeda dengan strategi yang unik. Lyft berfokus pada pasar Amerika Serikat dengan layanan ride-sharing yang terus tumbuh, sementara Grab hadir sebagai super-app di Asia Tenggara yang menawarkan layanan transportasi, pengiriman, hingga layanan keuangan digital.
Dalam kuartal kedua tahun 2025, Lyft mencatat kenaikan gross bookings sebesar 12% menjadi 4,5 miliar dolar AS dan menargetkan pertumbuhan lebih tinggi pada kuartal berikutnya. Lyft juga mengembangkan fitur 'Price Lock' dan memperluas pasar ke kota-kota dengan kepadatan rendah seperti Indianapolis.
Grab menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan transaksi yang kuat dengan peningkatan On-Demand GMV sebesar 21% tahun-ke-tahun pada kuartal kedua 2025. Strategi diversifikasi layanannya, termasuk food delivery, e-scooter, dan layanan fintech, membuat Grab makin kuat dalam ekosistem super-app di Asia Tenggara.
Keduanya berinvestasi di teknologi kendaraan otonom, tapi Grab mengambil langkah besar dengan investasi di perusahaan teknologi asal China, WeRide, untuk mengoperasikan robotaksi dan shuttle otonom di Singapura dan wilayah Asia Tenggara lainnya.
Zacks memberikan peringkat beli untuk Grab dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat, sementara Lyft mendapat peringkat tahan karena hutang tinggi dan risiko ekonomi. Oleh karena itu, Grab dianggap lebih unggul sebagai pilihan investasi saat ini.
Analisis Ahli
Adam Jonas (Morgan Stanley)
Grab memiliki keunggulan kompetitif melalui diversifikasi layanan dan penetrasi pasar Asia Tenggara yang cepat, memperkuat posisinya sebagai super-app; Lyft perlu mengurangi leverage untuk meningkatkan nilai pemegang saham.Mary Meeker (Investor dan Analis Teknologi)
Pertumbuhan robotaksi dan layanan mobil otonom akan jadi game changer; investasi Grab di WeRide menunjukkan langkah strategis yang bisa melipatgandakan nilai perusahaan dalam lima tahun ke depan.