Apakah Bitcoin Masih Akan Mengalami Penurunan Tajam Lagi? Ini Jawabannya
Finansial
Mata Uang Kripto
16 Okt 2025
138 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Bitcoin mungkin lebih stabil daripada sebelumnya, berkat adopsi institusional dan likuiditas yang meningkat.
Kebijakan moneter yang lebih longgar dapat mendukung nilai Bitcoin di masa depan.
Siklus halving Bitcoin tetap berlangsung, tetapi dampaknya terhadap harga mungkin berkurang.
Bitcoin selama ini dikenal dengan siklus harga yang turun tajam kira-kira setiap empat tahun sekali setelah peristiwa halving, yaitu pengurangan hadiah penambangan yang membuat pasokan baru Bitcoin berkurang. Namun, pada kejadian crash mendadak pada 10 Oktober, Bitcoin menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibanding banyak kripto lain yang turun sangat dalam.
Arthur Hayes, mantan CEO BitMEX, mengemukakan bahwa siklus halving yang menyebabkan penurunan itu mungkin mulai kehilangan pengaruhnya. Menurutnya, peran bank sentral dan likuiditas global kini jauh lebih penting dalam menentukan harga Bitcoin daripada halving itu sendiri.
Salah satu faktor pendukung adalah kebijakan Federal Reserve yang kini lebih toleran terhadap inflasi, sehingga aliran uang baru lebih banyak beredar dan membuat investor mencari aset seperti Bitcoin yang pasokannya tetap terbatas. Selain itu, adanya ETF Bitcoin dengan nilai sekitar 93 miliar dolar AS membuat investasi Bitcoin lebih terjangkau dan stabil di kalangan institusi dan investor ritel.
Pada flash crash 10 Oktober, banyak altcoin anjlok hingga 70 persen atau lebih, tapi Bitcoin hanya turun sekitar 7 persen. Ini menunjukkan bahwa permintaan Bitcoin kini lebih kuat dan pasar semakin matang. Namun, ini bukan berarti Bitcoin kebal terhadap kemungkinan crash lain, karena risiko peristiwa tak terduga tetap ada.
Kesimpulannya, meskipun faktor baru mungkin mengurangi frekuensi dan kedalaman penurunan harga Bitcoin, para investor tetap harus berhati-hati dan mempersiapkan diri dengan strategi investasi yang bijaksana seperti membagi pembelian secara berkala dan tidak mengambil risiko terlalu besar.
Analisis Ahli
Arthur Hayes
Siklus penurunan terkait halving menjadi kurang relevan karena peran likuiditas global yang kini lebih dominan dalam mempengaruhi harga Bitcoin.