Pertarungan Binance dan Coinbase Memanas: Siapa Lebih Terbuka Listing Proyek?
Finansial
Mata Uang Kripto
16 Okt 2025
124 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Persaingan antara Binance dan Coinbase semakin memanas terkait masalah listing proyek dan transparansi.
Changpeng Zhao menyerukan untuk lebih banyak proyek BNB Chain di Coinbase sebagai langkah menuju interoperabilitas.
MEXC menunjukkan pendekatan berbeda dalam listing dengan menekankan kecepatan dan permintaan pengguna.
Persaingan antara Binance dan Coinbase kembali menjadi sorotan setelah CEO Binance, Changpeng Zhao atau CZ, meminta Coinbase untuk lebih banyak mencantumkan proyek-proyek dari BNB Chain. Ini terjadi setelah Coinbase mengumumkan akan memasukkan token BNB ke dalam roadmap listing mereka. CZ menyoroti pentingnya sikap saling terbuka dan inklusif antara kedua bursa terbesar ini.
Permintaan CZ muncul di tengah perdebatan publik tentang biaya listing dan transparansi di bursa terpusat. Sebelum ini, Jesse Pollak dari Coinbase yang menciptakan jaringan Base menyinggung soal biaya untuk listing, dan kemudian muncul tuduhan bahwa Binance meminta biaya tinggi untuk proyek-proyek dari jaringan Base. Ini memicu apa yang kini disebut sebagai 'perang listing CEX' di media sosial.
Langkah Coinbase memasukkan BNB dalam roadmap mereka memperlihatkan adanya sinyal keterbukaan, meskipun proses listing masih akan bergantung pada kesiapan teknis dan persyaratan pasar. Langkah ini dianggap sebagai upaya menjembatani persaingan dan mendorong interoperabilitas yang semakin dibutuhkan pengguna dan regulator.
Di sisi lain, beberapa pihak mengkritik Binance karena dianggap menerapkan biaya listing yang tinggi dan memilih secara selektif proyek mana yang akan dicantumkan. Sementara Coinbase juga tidak luput dari kritik karena dianggap lambat dan kurang terbuka terhadap proyek-proyek di luar ekosistem Ethereum.
Menurut Cecilia Hsueh, Chief Strategy Officer di MEXC, berbeda model bisnis bursa memengaruhi pendekatan mereka terhadap biaya listing dan kecepatan memasukkan proyek baru. Dia menilai bahwa biaya listing yang kecil dapat membantu proyek mempromosikan peluncuran mereka dan menghindari kesan ketidakadilan. Persaingan ini menunjukkan bahwa meski bursa besar bersaing sengit, mereka juga mengarah pada kolaborasi terselubung demi kepentingan ekosistem lebih luas.
Analisis Ahli
Cecilia Hsueh
Model bisnis bursa berbeda-beda tergantung tahap pertumbuhan dan likuiditas, sehingga biaya listing bukan hal yang sepenuhnya negatif selama digunakan untuk mendukung proyek.