Kementerian Komdigi Tetapkan Pemenang Lelang Frekuensi 1,4 Ghz untuk Internet Cepat
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
15 Okt 2025
199 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Lelang frekuensi 1,4 GHz melibatkan dua pemenang utama, yaitu PT Telemedia dan MyRepublic.
Frekuensi ini diharapkan dapat digunakan untuk layanan internet cepat hingga 100 Mbps.
Kementerian Komunikasi dan Digital bertanggung jawab dalam proses lelang dan pengaturan sektor komunikasi.
Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia baru-baru ini mengumumkan pemenang lelang frekuensi 1,4 Ghz yang diadakan untuk mendukung layanan internet cepat dan terjangkau di Tanah Air. Frekuensi ini sangat penting untuk akses nirkabel pita lebar sehingga bisa memberikan kecepatan internet hingga 100 Mbps kepada publik.
Dalam lelang yang dimulai sejak Juli 2025, terdapat tujuh perusahaan peserta, namun hanya tiga yang lolos tahap akhir. Akhirnya, PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak perusahaan Surge (WIFI), dan Eka Mas Republik pemilik MyRepublic muncul sebagai pemenang lelang dengan tawaran tertinggi untuk wilayah yang dibagikan.
PT Telemedia Komunikasi Pratama memenangkan lelang untuk Regional I yang terdiri dari zona wilayah di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan kawasan Papua. Tawaran tertinggi mereka mencapai Rp 403.764.000.000.
Sementara itu, MyRepublic memenangkan dua regional sisanya, yakni Regional II dan III. Regional II terdiri dari zona di Sumatra bagian utara, barat dan kepulauan seperti Kepulauan Riau dan Bali. Regional III meliputi zona di Sulawesi dan Kalimantan. Harga lelang pemenang untuk kedua regional itu masing-masing sebesar Rp 300.888.000.000 dan Rp 100.888.000.000.
Dengan adanya lelang frekuensi 1,4 Ghz ini, pemerintah berharap layanan internet yang lebih cepat dan terjangkau bisa diakses oleh masyarakat luas. Langkah ini juga mendorong berkembangnya persaingan serta inovasi di industri telekomunikasi Indonesia.
Analisis Ahli
Ahmad Rizal, Pakar Telekomunikasi
Lelang frekuensi 1,4 Ghz ini sangat strategis bagi pengembangan infrastruktur digital nasional dan akan mempercepat transformasi digital Indonesia. Kunci utamanya adalah bagaimana operator memaksimalkan spektrum yang diperoleh untuk peningkatan kualitas jaringan di area cakupan.
