Adtalem dan Google Cloud Siapkan Program AI untuk Tenaga Kesehatan 2026
Teknologi
Kecerdasan Buatan
16 Okt 2025
224 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Adtalem Global Education berkolaborasi dengan Google Cloud untuk meluncurkan program kecerdasan buatan yang akan dimulai pada tahun 2026.
Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa dan praktisi kesehatan mempelajari penggunaan alat AI dalam praktik klinis dan meningkatkan efisiensi kerja.
Terdapat kekhawatiran di kalangan tenaga kesehatan mengenai dampak AI terhadap pekerjaan mereka, sehingga pendidikan terkait teknologi ini menjadi semakin penting.
Adtalem Global Education mengumumkan kerja sama dengan Google Cloud untuk meluncurkan program sertifikasi kecerdasan buatan (AI) yang ditargetkan bagi mahasiswa dan profesional kesehatan. Program ini akan memperlengkapi mereka dengan keterampilan untuk memanfaatkan alat AI dalam praktik klinis mulai tahun 2026.
Peserta program akan belajar menggunakan alat AI terbaru dari Google Cloud, seperti model Gemini dan layanan Vertex AI. Program juga mencakup pemahaman mendalam tentang aplikasi AI dalam bidang kesehatan, termasuk isu etika dan protokol keselamatan pasien.
Program ini sangat penting karena banyak rumah sakit saat ini mengandalkan AI untuk mengatasi kekurangan staf, tetapi banyak dokter dan perawat belum siap mengadopsi teknologi tersebut. Survei menunjukkan banyak pekerja kesehatan merasa khawatir akan digantikan AI dan kurang nyaman menggunakan teknologi ini.
Menurut Michael Betz, chief digital officer Adtalem, program ini memberikan keunggulan kompetitif bagi mahasiswa dan bisa membuat mereka lebih percaya diri dalam menggunakan AI untuk meningkatkan keputusan klinis serta mengurangi waktu yang digunakan untuk tugas administratif.
Kerja sama ini juga mendapat dukungan dari Google, yang berkomitmen memastikan penggunaan AI di sektor kesehatan dilakukan secara aman, bertanggung jawab, dan efektif. Program ini bisa menjadi terobosan dalam pendidikan kesehatan yang menyesuaikan diri dengan era digital.
Analisis Ahli
Dr. Sarah Lin (Ahli Teknologi Kesehatan)
Pengembangan kurikulum yang menyentuh aspek etis dan keselamatan sangat krusial agar penggunaan AI tidak hanya efektif tetapi juga aman bagi pasien. Ini langkah strategis untuk menjembatani gap antara teknologi dan praktik klinis.Prof. Andi Wijaya (Pakar Pendidikan Kesehatan)
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan perusahaan teknologi seperti Google menjadi model baru pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri medis saat ini.
