Komdigi Umumkan Pemenang Lelang Frekuensi 1,4 GHz untuk Internet Murah
Bisnis
Ekonomi Makro
15 Okt 2025
191 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Lelang frekuensi 1,4 GHz bertujuan untuk meningkatkan akses internet murah di Indonesia.
Surge dan MyRepublic adalah pemenang lelang yang akan menyediakan layanan broadband di berbagai regional.
Harga yang dibayarkan oleh pemenang lelang menunjukkan komitmen untuk mengembangkan infrastruktur internet di Indonesia.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru saja mengumumkan hasil lelang frekuensi 1,4 GHz yang bertujuan menyediakan layanan internet murah berkecepatan 100 Mbps di seluruh Indonesia. Frekuensi ini sangat penting untuk mempercepat akses internet yang cepat dan terjangkau bagi masyarakat di berbagai wilayah nusantara.
Dalam lelang tersebut, ada dua pemenang utama, yaitu PT Telemedia Komunikasi Pratama yang merupakan anak perusahaan dari Surge dan Eka Mas Republik yang memiliki MyRepublic. PT Telemedia memenangkan lelang untuk regional I yang meliputi wilayah Jawa dan Papua dengan harga Rp 403.764.000.000.
Sementara itu, MyRepublic berhasil memenangkan lelang untuk regional II yang termasuk wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Sumatra dengan harga Rp 300.888.000.000, serta regional III yang mencakup wilayah lainnya di Indonesia dengan harga Rp 100.888.000.000.
Layanan ini diharapkan dapat menghadirkan internet broadband wireless access (BWA) yang berkualitas untuk seluruh Indonesia, termasuk daerah-daerah yang sebelumnya kurang terlayani. Pembagian regional dan zona telah ditetapkan sesuai lokasi geografis guna memaksimalkan cakupan layanan.
Sebelumnya, lelang frekuensi terakhir dilakukan pada tahun 2020. Kala itu, Telkomsel, Indosat, dan Tri menjadi pemenang untuk frekuensi lainnya, seperti 2,1 GHz dan 2,3 GHz, yang menandakan upaya berkelanjutan dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan internet nasional.
Analisis Ahli
Andi Wijaya, Pakar Telekomunikasi
Lelang frekuensi ini adalah momentum penting yang akan membangkitkan persaingan sehat dan mempercepat penetrasi layanan internet broadband di Indonesia, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.Siti Rahmawati, Analis Industri Digital
Harga yang ditawarkan mencerminkan optimisme para pelaku industri terhadap potensi pasar internet di Indonesia, tetapi keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan regulasi pendukung.

