Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Starlink Turun Kecepatan Di Indonesia, Harga Meningkat Dikarenakan Permintaan Tinggi

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
15 Okt 2025
1100 dibaca
2 menit
Starlink Turun Kecepatan Di Indonesia, Harga Meningkat Dikarenakan Permintaan Tinggi

TLDR

Kecepatan internet Starlink mengalami penurunan signifikan dalam satu tahun.
Meskipun ada penurunan kecepatan, konsistensi kualitas layanan Starlink meningkat.
Starlink menghadapi kompetisi dari layanan lokal seperti FWA yang juga memiliki tantangan tersendiri.
Starlink telah beroperasi di Indonesia sejak Mei 2024 dengan tujuan memberikan akses internet di daerah yang sulit dijangkau jaringan fiber dan seluler. Pada awal peluncuran, Starlink menawarkan kecepatan unduh sebesar 42 Mbps dan unggah 10,5 Mbps, sehingga memberikan harapan besar bagi masyarakat yang ingin mendapatkan akses internet yang lebih baik.Namun, setelah satu tahun beroperasi, kecepatan internet melalui Starlink mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kecepatan unduh turun menjadi hanya 15,8 Mbps dan kecepatan unggah menjadi 5,4 Mbps. Penurunan ini diduga kuat karena lonjakan permintaan yang membuat kapasitas layanan menjadi tertekan sehingga kualitas internet menurun.Opensignal melaporkan bahwa penurunan kapasitas ini sampai menyebabkan Starlink menghentikan sementara pendaftaran pengguna baru pada Juli 2025. Ketika pendaftaran dibuka kembali, harga layanan Starlink naik hingga menjadi sekitar Rp 8-9,4 juta, yang mana ini tiga kali lipat dari upah rata-rata bulanan masyarakat Indonesia.Meski kecepatan unduh Starlink masih sedikit lebih tinggi dibandingkan layanan FWA lokal yang berada di angka 14,8 Mbps, FWA unggul dalam aspek kecepatan unggah (8,3 Mbps), konsistensi kualitas layanan, dan pengalaman video. Hal ini menunjukkan FWA tetap menjadi pilihan kuat dengan keunggulan masing-masing, terutama dalam hal stabilitas dan kualitas upload data.Kesimpulannya, meskipun Starlink memberikan alternatif baru untuk akses internet, tantangan kapasitas dan harga tetap menjadi isu utama. Starlink perlu beradaptasi dengan kondisi pasar Indonesia dan pengembangan teknologi agar dapat menjadi solusi yang berkelanjutan, sementara FWA akan terus bersaing sebagai layanan internet lokal yang lebih stabil.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.