Terungkap, Lapisan Berlian Setebal 17 Km di Dalam Merkurius Akibat Tekanan Ekstrem
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
15 Okt 2025
257 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Merkurius memiliki potensi untuk menyimpan berlian di dalamnya akibat kondisi ekstrem.
Kandungan karbon tinggi di Merkurius berkontribusi pada pembentukan berlian.
Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang karakteristik kimia planet-planet batuan lainnya.
Para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa planet Merkurius memiliki lapisan berlian setebal hingga 17 kilometer di dalamnya. Lapisan ini terbentuk di batas antara inti dan mantel planet akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 5,5 GPa dan hampir 2.000 derajat Celcius.
Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Yanhao Lin, yang menjelaskan bahwa karbon yang ada di mantel dalam Merkurius bisa berubah menjadi berlian karena kandungan karbon yang sangat tinggi. Permukaan Merkurius pun diketahui memiliki grafit, bentuk lain dari karbon, yang menunjukkan bahwa planet ini pernah memiliki lautan magma kaya karbon.
Saat lautan magma mendingin, karbon yang lebih ringan mengapung ke atas menjadi lapisan grafit, sementara karbon yang lebih padat turun ke bawah dan tertekan hingga berubah menjadi berlian. Selain itu, keberadaan belerang juga membantu menurunkan titik leleh magma sehingga mempermudah pembentukan berlian.
Lapisan berlian ini tidak hanya menarik dari segi nilai estetika tapi juga dapat memusatkan karbon dan membuat Merkurius memiliki karakter kimia yang berbeda dari planet batuan lainnya. Hal ini membantu para ilmuwan memahami evolusi planet serta kondisi pembentukan planet-planet lain yang mirip dengan Merkurius.
Penemuan ini membuka kemungkinan bahwa benda langit lain seperti asteroid kaya karbon dapat memiliki lapisan berlian serupa jika kondisi pembentukannya sesuai. Ini bisa memberi dampak besar pada studi astronomi dan planetologi di masa depan.
Analisis Ahli
Dr. Yanhao Lin
Penemuan lapisan berlian di Merkurius menegaskan bahwa planet kecil bisa memiliki dinamika kompleks dan komposisi kimia yang berbeda dari yang selama ini diprediksi, terutama akibat kandungan karbon tinggi.
