Lapisan Berlian Tebal 17 Kilometer Terdapat di Dalam Planet Merkurius
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
19 Agt 2025
190 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Merkurius memiliki lapisan berlian yang terbentuk akibat tekanan dan suhu ekstrem.
Kandungan karbon tinggi di Merkurius menunjukkan karakter kimia yang unik.
Penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang planet-planet batuan lainnya.
Para ilmuwan baru-baru ini menemukan lapisan berlian setebal 17 kilometer di dalam planet Merkurius, planet yang paling dekat dengan Matahari. Penemuan ini berasal dari penelitian terhadap komposisi karbon dan kondisi panas serta tekanan yang sangat tinggi di interior planet tersebut.
Dr. Yanhao Lin dan timnya menemukan bahwa karbon yang ada di mantel Merkurius bisa berubah menjadi berlian akibat tekanan lebih dari 5,5 GPa dan suhu mendekati 2.000 derajat Celcius. Ini terjadi pada batas antara inti dan mantel planet tersebut.
Permukaan Merkurius diketahui dipenuhi oleh grafit, yang merupakan bentuk karbon. Hal ini menunjukkan bahwa dulu kerak Merkurius mengapung di lautan magma kaya karbon. Ketika magma mendingin, karbon yang lebih ringan naik ke atas sedangkan karbon yang lebih padat turun ke dalam.
Keberadaan belerang juga membantu menurunkan titik leleh magma, sehingga mempermudah proses pembentukan berlian di dalam planet. Berlian-berlian ini kemudian mengendap dan terkumpul membentuk lapisan yang membungkus inti Merkurius.
Penemuan ini penting karena tidak hanya menunjukkan kondisi unik di dalam Merkurius, tetapi juga bisa membantu para ilmuwan memahami planet batuan lain dan benda langit kaya karbon seperti asteroid, yang mungkin memiliki lapisan berlian serupa.
Analisis Ahli
Dr. Yanhao Lin
Kandungan karbon tinggi di Merkurius dapat menghasilkan lapisan berlian tebal yang unik, sangat berbeda dengan kondisi bumi dan memberikan insight penting dalam geokimia planet.
