AI summary
Elon Musk kembali mendukung Bitcoin sebagai bentuk uang yang tidak dapat dipalsukan. Permintaan energi untuk AI diperkirakan akan meningkat pesat, memengaruhi pasar cryptocurrency. Bitcoin dianggap memiliki nilai yang lebih stabil dibandingkan dengan mata uang fiat yang bisa diciptakan secara berlebihan. Elon Musk kembali memperkuat dukungannya pada Bitcoin setelah beberapa tahun mengkritik dampak lingkungan dari mining Bitcoin. Ia menegaskan bahwa Bitcoin adalah ‘energy money’ yang tidak dapat dipalsukan, berbeda dengan mata uang fiat yang setiap pemerintah bisa mencetaknya tanpa batas.Komentar Musk yang menyinggung tentang persaingan global di bidang kecerdasan buatan yang membutuhkan pendanaan besar tersebut membuat harga Bitcoin kembali naik ke sekitar $112,000 dari titik terendah saat kejadian likuidasi besar pada 10 Oktober senilai lebih dari $19 miliar.Sejarah Musk dengan Bitcoin sangat bergejolak; ia pernah membuat harga Bitcoin melonjak dengan cuitan dan perubahan profil Twitter-nya, namun kemudian menarik dukungan Tesla untuk penggunaan Bitcoin akibat kekhawatiran lingkungan. Tesla juga sudah menjual sebagian besar Bitcoin mereka sementara SpaceX masih menyimpan sejumlah besar Bitcoin.Selain itu, Musk selama 2022-2024 lebih fokus pada Dogecoin dan mengintegrasikannya ke platform X (ex-Twitter). Meskipun begitu, dia masih menunjukkan dukungan simbolis terhadap Dogecoin di Twitter-nya terkait energi yang digunakan meme coin tersebut.Laporan menunjukkan kebutuhan energi AI dan pusat data yang terus meningkat sangat besar, bahkan diperkirakan akan melampaui konsumsi energi Bitcoin. Hal ini memperkuat argumen Musk bahwa Bitcoin terikat pada energi nyata yang tidak bisa dicetak seperti fiat, serta mendukung narasi nilai Bitcoin saat ini yang berada pada tren bullish dengan support dan resistance yang terdefinisi jelas.
Dukungan Elon Musk terhadap Bitcoin sebagai 'energy money' menunjukkan perubahan signifikan dalam persepsi terhadap cryptocurrency ini, menggabungkan sisi fundamental energi sebagai nilai nyata dibandingkan dengan fiat yang mudah didesak inflasi. Namun, konsumsi energi Bitcoin yang tinggi tetap menjadi masalah besar, terutama jika kebutuhan energi AI benar-benar melampaui Bitcoin, maka Bitcoin harus berinovasi untuk tetap relevan.