Ralph Lauren Integrasikan AI ke Tingkat Eksekutif untuk Transformasi Digital
Teknologi
Kecerdasan Buatan
14 Okt 2025
150 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Ralph Lauren semakin mengintegrasikan teknologi AI dalam operasional mereka untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelanggan.
Naveen Seshadri memainkan peran kunci dalam strategi digital perusahaan dan pengembangan AI.
Industri ritel secara keseluruhan berinvestasi besar dalam AI untuk tetap kompetitif di pasar yang terus berubah.
Ralph Lauren kini mengangkat peran AI ke jajaran eksekutif dengan menambahkan tanggung jawab teknologi ke posisi Naveen Seshadri yang sebelumnya menjabat sebagai kepala teknologi konsumen dan digital commerce. Hal ini menandai komitmen besar perusahaan fashion ternama ini dalam memanfaatkan AI untuk mengelola operasi bisnisnya.
Peritel ini mengimplementasikan AI dalam berbagai proses penting seperti pengalaman berbelanja online, perencanaan persediaan, serta pusat layanan pelanggan. Upaya ini memungkinkan Ralph Lauren meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan memberikan pengalaman belanja yang lebih personal bagi pelanggannya.
Ralph Lauren memproyeksikan bahwa mereka akan meningkatkan pengeluaran modal untuk teknologi hingga mencapai 5% dari total pendapatan pada tahun fiskal 2026. Investasi ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk terus berinovasi meskipun kondisi ekonomi tidak menentu.
Perusahaan ini sudah mulai beradaptasi dengan AI sejak hampir sepuluh tahun yang lalu dan kini fokus pada pengembangan agentic AI, yaitu sistem AI yang mampu bertindak secara mandiri. Menurut CMO Iris Langlois-Meurinne, kekuatan Ralph Lauren terletak pada data pelanggan yang kaya dan tim ilmuwan data berbakat yang menggabungkan AI dengan elemen gaya dan kreativitas.
Industri ritel secara umum berada di posisi yang kuat dalam mengadopsi teknologi AI agentic dibandingkan sektor lain, dengan banyak perusahaan besar seperti Walmart dan Williams-Sonoma yang telah mengembangkan dan mengimplementasikan AI untuk meningkatkan pelayanan dan efisiensi. Hal ini menunjukkan tren besar di mana AI menjadi kunci utama dalam persaingan ritel masa depan.
Analisis Ahli
Iris Langlois-Meurinne
Kami sudah memulai perjalanan AI hampir satu dekade yang lalu dan kini kami berada di depan dalam permainan AI karena kemampuan teknologi kami yang gesit dan data pelanggan yang sangat kaya.