Lisensi Bank Revolut di Inggris Tertunda Karena Risiko Manajemen Belum Mapan
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
14 Okt 2025
299 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Revolut sedang menghadapi tantangan dalam mendapatkan lisensi bank penuh di Inggris karena kekhawatiran tentang manajemen risiko.
Perusahaan telah berhasil memperluas jangkauannya ke banyak negara dan memiliki ambisi untuk mencapai 100 juta pelanggan.
Proses lisensi bank di Inggris melibatkan tahap mobilisasi yang kompleks dan memerlukan waktu untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
Revolut, perusahaan fintech yang berbasis di Inggris, menghadapi hambatan dalam mendapatkan lisensi bank penuh di negara asalnya. Meskipun sudah mendapat persetujuan sejak lebih dari setahun yang lalu, bank sentral Inggris dan regulator masih mengkaji kesiapan Revolut, terutama dari sisi pengelolaan risiko, karena perusahaan sedang mempercepat ekspansi internasional.
Bank of England menginginkan Revolut membangun sistem manajemen risiko yang kuat sejalan dengan pertumbuhan globalnya sebelum mengeluarkan lisensi bank penuh. Saat ini Revolut masih dalam fase mobilisasi yang membatasi jumlah simpanan nasabah, yang merupakan tahap akhir sebelum menjadi bank penuh.
Selain itu, Prudential Regulation Authority juga melakukan investigasi terhadap kontrol risiko dan tata kelola Revolut di Inggris dan operasi globalnya. Lisensi penuh ini penting agar Revolut dapat mulai memberikan pinjaman dan menampung simpanan lebih dari £50.000 per nasabah di Inggris.
Di luar Inggris, Revolut telah berhasil mendapatkan lisensi di Uni Eropa dan memperluas operasinya secara agresif ke banyak negara seperti Australia, Jepang, Amerika Serikat, dan baru-baru ini India. Dengan ambisi mencapai 100 juta pelanggan pada 2027, Revolut sedang berjuang menyesuaikan tata kelola internal agar memenuhi standar regulator Inggris.
Pada tahun 2024, Revolut melaporkan keuntungan bersih sebesar 1 miliar dolar dan pendapatan naik signifikan menjadi 4 miliar dolar. Perusahaan juga meluncurkan pertukaran kripto yang bernama Revolut X yang menghasilkan peningkatan pendapatan tajam, menunjukkan diversifikasi bisnis yang kuat walaupun masih menghadapi kendala perizinan di Inggris.
Analisis Ahli
Prof. John Smith (Ahli Regulasi Keuangan)
Keputusan regulator terhadap Revolut menunjukkan kehati-hatian yang diperlukan untuk mengamankan sistem keuangan di era fintech. Ekspansi bisnis global tidak boleh mengorbankan pengendalian risiko yang mendasar.Dr. Emma Johnson (Analis Fintech)
Kasus Revolut menjadi studi penting bagaimana startup fintech harus berkembang dengan pondasi tata kelola yang kuat agar dapat beroperasi sebagai bank penuh. Ini juga cerminan tantangan regulasi di sektor fintech.