China Ketatkan Kontrol Rare Earth, Pasar Kripto dan Global Berguncang
Finansial
Mata Uang Kripto
14 Okt 2025
28 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Kontrol ekspor China dapat berdampak besar pada pasar global, terutama pada industri yang bergantung pada tanah jarang.
Pergerakan pasar cryptocurrency sangat dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan kebijakan pemerintah.
Reaksi cepat pasar terhadap berita menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan dalam hubungan perdagangan antara AS dan China.
China memperketat aturan ekspor magnet rare earth sebagai bentuk balasan atas tarif 100% yang diumumkan Presiden Donald Trump terhadap produk impor China. Kebijakan terbaru ini memperluas pembatasan ke lima unsur langka baru, termasuk holmium dan erbium, yang esensial bagi industri teknologi tinggi dan pertahanan. Hal ini menyebabkan kenaikan ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia dan mempengaruhi pasar global secara luas.
Kebijakan tersebut berdampak signifikan pada pasar kripto yang mengalami penurunan tajam dengan likuidasi posisi mencapai 19,33 miliar dolar AS dalam tempo 24 jam. Bitcoin dan Ethereum menyumbang hampir 10 miliar dolar AS dari kerugian tersebut. Indeks Crypto Fear & Greed mencatat penurunan drastis dari level 'Greed' ke 'Fear', menandakan sentimen pasar yang sangat negatif.
Pasokan rare earth yang dikuasai lebih dari 90% oleh China berperan penting dalam produksi berbagai teknologi mutakhir seperti kendaraan listrik dan turbin angin. Penundaan ekspor ini menimbulkan kekhawatiran akan gangguan rantai pasok dan kenaikan biaya produksi yang meluas. Sebelumnya, ekspor rare earth sudah menurun 31% pada bulan September, menunjukkan tekanan atas industri manufaktur global.
Situasi politik dan ekonomi menjadi semakin tegang setelah Trump menanggapi pengumuman China dengan mengancam tarif 100% dan pembatasan ekspor software penting dari Amerika Serikat. Meskipun muncul pernyataan meredakan ketegangan dari Trump, respon Beijing menunjukkan kesiapan untuk berperang perdagangan jika AS melangkah lebih jauh. Pasar keuangan ikut terguncang, dengan saham teknologi turun dan investor berpindah ke aset safe haven seperti emas dan perak.
Sektor pertambangan kripto juga menghadapi risiko karena langkanya pasokan GPU dan chip ASIC yang bergantung pada rare earth. Sementara itu, pernyataan dari Federal Reserve akan menjadi faktor penentu sentimen pasar ke depan, dengan ekspektasi apakah mereka akan menurunkan suku bunga atau tetap mempertahankan kebijakan moneter ketat. Ketegangan ini diyakini akan berdampak jangka panjang terhadap stabilitas ekonomi dan inovasi teknologi global.
Analisis Ahli
Dr. Kevin Wu (Ekonom dan Pengamat Perdagangan Internasional)
Ketegangan ini adalah peringatan nyata bahwa ketergantungan dunia pada China dalam bahan langka harus segera diakhiri melalui diversifikasi rantai pasok global dan investasi pada alternatif sumber bahan baku.