Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bhutan Terdepan Menggunakan Blockchain Ethereum untuk Identitas Digital Nasional

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5mo ago) cryptocurrency (5mo ago)
14 Okt 2025
115 dibaca
2 menit
Bhutan Terdepan Menggunakan Blockchain Ethereum untuk Identitas Digital Nasional

Rangkuman 15 Detik

Bhutan menjadi negara pertama yang mengintegrasikan identitas digital dengan blockchain publik.
Identitas digital terdesentralisasi meningkatkan kontrol individu terhadap data pribadi.
Inisiatif Bhutan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam memanfaatkan teknologi blockchain untuk identitas dan pariwisata.
Bhutan resmi menjadi negara pertama yang mengintegrasikan platform identitas digital nasionalnya dengan blockchain Ethereum. Inisiatif ini memungkinkan sistem identitas yang bisa diverifikasi dan terdesentralisasi, sehingga warga dapat membuktikan informasi pribadi seperti usia dan kewarganegaraan tanpa harus mengandalkan data sentral. Proyek National Digital Identity (NDI) Bhutan awalnya menggunakan standar W3C dan bekerja sama dengan Input Output Global dari Cardano. Migrasi lengkap ke jaringan Ethereum direncanakan selesai pada awal 2026, menjadikan identitas digital tersebut aman dan dapat diakses secara luas oleh warga Bhutan. Selain itu, Bhutan aktif mengembangkan ekosistem keuangan digital dengan mengadopsi Bitcoin dan Ethereum sebagai bagian dari cadangan strategis negaranya. Pemerintah juga bekerja sama dengan Binance Pay agar pariwisata bisa menerima pembayaran menggunakan cryptocurrency, mendorong Bhutan menjadi destinasi wisata yang ramah teknologi. Namun, para ahli mengingatkan agar penggunaan blockchain publik untuk identitas digital harus hati-hati dalam menangani privasi, karena data yang tersimpan di blockchain bersifat permanen dan transparan, yang berpotensi memicu pengawasan berlebihan jika tidak dikontrol dengan baik. Secara keseluruhan, langkah Bhutan ini menjadi eksperimen penting bagi banyak negara yang ingin memperbaiki sistem identitas dan keuangan digital mereka, sekaligus menguji batasan privasi di era teknologi blockchain yang terbuka.

Analisis Ahli

Vitalik Buterin
Decentralized digital identity empowers people by giving them more secure control over their data and their online lives.
Kirill Avery
Governments are waking up to the idea that identity doesn’t have to be centralized to be trusted, but on-chain permanence can lead to privacy challenges and surveillance risks.