IMF Ingatkan Negara Berkembang Waspadai Ketertinggalan Regulasi AI dan Risiko Ekonomi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
14 Okt 2025
38 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Negara berkembang harus meningkatkan regulasi dan etika terkait kecerdasan buatan.
Jurang antara negara maju dan negara berkembang dalam adopsi AI semakin melebar.
IMF mendorong pengembangan infrastruktur digital untuk meningkatkan kesiapan menghadapi dampak AI.
Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi teknologi yang berkembang sangat cepat dan didominasi oleh negara-negara yang memiliki ekonomi maju, seperti Amerika Serikat. Sementara itu, banyak negara berkembang, termasuk China, belum mampu memanfaatkan teknologi ini secara maksimal bagi perekonomiannya.
Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyatakan bahwa sebagian besar negara belum memiliki dasar hukum dan aturan etika yang memadai untuk menghadapi perkembangan AI yang pesat. Hal ini menyebabkan jurang kesiapan antara negara maju dan berkembang menjadi semakin lebar.
IMF memberikan peringatan kepada masyarakat sipil agar aktif mengingatkan pemerintah di negaranya masing-masing untuk segera memperhatikan kesiapan infrastruktur digital dan pengembangan sumber daya manusia agar tidak tertinggal dalam adopsi teknologi AI.
Selain itu, Georgieva juga memperingatkan bahwa valuasi pasar finansial yang didorong oleh AI dapat menciptakan gelembung ekonomi (bubble) serupa dengan yang terjadi pada era dot.com 25 tahun lalu. Jika sentimen pasar berubah, hal ini bisa berdampak buruk ke perekonomian negara berkembang.
Untuk mengukur kesiapan negara dalam menghadapi AI, IMF mengembangkan indeks yang menilai empat aspek penting, yaitu infrastruktur, sumber daya manusia, inovasi, serta regulasi dan etika. Georgieva meminta agar negara-negara yang masih tertinggal segera membunyikan alarm untuk mempercepat pengembangan regulasi dan fondasi etika AI.
Analisis Ahli
Kristalina Georgieva
Jurang kesiapan AI antara negara maju dan berkembang sangat mengkhawatirkan dan regulasi etika untuk AI masih sangat minim, sehingga dibutuhkan tindakan cepat dari semua pihak.

