TLDR
OpenVCAD memungkinkan desain objek multi-material dengan lebih mudah dan presisi. Perangkat lunak ini memiliki aplikasi luas di berbagai bidang, termasuk medis dan robotika. OpenVCAD sepenuhnya open-source, mendukung kolaborasi komunitas peneliti. Tradisionalnya, perangkat desain CAD hanya bisa membuat model dengan satu jenis material saja di bagian dalam objek, yang membatasi kemampuan perancang terutama saat membutuhkan perubahan material yang halus di dalam objek seperti sepatu dengan bagian yang keras dan lunak secara bertahap. Kekurangan ini menyebabkan kesulitan besar dalam desain multi-material yang kompleks.Charles Wade, mahasiswa PhD dari University of Colorado Boulder, bersama timnya menciptakan OpenVCAD, sebuah alat desain berbasis kode open-source yang memungkinkan perancang untuk memetakan bentuk sekaligus memvariasikan material di dalam objek 3D dengan sangat presisi dan mudah. Pengguna dapat mengubah desain hanya dengan mengedit variabel kode, tanpa harus membuat ulang seluruh model.Perangkat lunak ini tidak hanya teori, tetapi sudah berhasil diuji menggunakan printer 3D yang mampu mencetak hingga lima bahan sekaligus, memperlihatkan fleksibilitas dan kekuatan OpenVCAD dalam aplikasi nyata. Hal ini menjadi bukti bahwa pendekatan baru ini dapat bekerja dengan berbagai peralatan manufaktur aditif modern.OpenVCAD pun membuka peluang bagi banyak bidang, termasuk pembuatan model anatomi untuk perencanaan operasi, desain aktuator robot fleksibel, sampai enhancement struktur mekanis lewat penyesuaian material lokal yang cerdas. Ini menandai sebuah transformasi besar dalam cara insinyur dan peneliti melakukan desain multi-material.Karena OpenVCAD bersifat open-source dan menggunakan bahasa Python yang populer, komunitas global dapat mengakses, mempelajari, dan mengembangkan alat ini lebih lanjut. Harapannya, banyak inovasi baru dari berbagai disiplin ilmu akan lahir dan memperluas penggunaan desain multi-material secara signifikan.