Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Nokia dan CommScope Percepat Jaringan Fiber Rumah dengan Otomatisasi Canggih di APAC

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
management-and-strategy (5mo ago) management-and-strategy (5mo ago)
13 Okt 2025
168 dibaca
2 menit
Nokia dan CommScope Percepat Jaringan Fiber Rumah dengan Otomatisasi Canggih di APAC

Rangkuman 15 Detik

Kolaborasi antara Nokia dan CommScope bertujuan untuk mempercepat penerapan FTTH di Asia-Pasifik.
Platform Broadband Easy dari Nokia membawa otomatisasi dan manajemen yang lebih baik dalam penerapan jaringan serat.
Nokia terus berupaya untuk memperluas portofolio dan menghadapi tantangan dalam segmen Jaringan Seluler.
Nokia dan CommScope telah bekerjasama untuk menghadirkan solusi baru yang menyederhanakan dan mempercepat pemasangan jaringan fiber-to-the-home (FTTH) di wilayah Asia-Pasifik. Dengan mengintegrasikan platform otomatisasi digital Broadband Easy dari Nokia dengan terminal akses fiber FLX ODN milik CommScope, para operator mendapatkan solusi digital penuh yang memungkinkan pengelolaan jaringan fiber yang cepat dan efisien. Terminal FLX ODN dari CommScope menggunakan teknologi konektor yang modular sehingga tidak perlu dilakukan penyambungan fiber di lapangan. Ketika dikombinasikan dengan platform Broadband Easy, seluruh proses mulai dari perancangan jaringan hingga operasional dapat diotomasi dengan bantuan AI sehingga menghasilkan jaringan fiber berkualitas tinggi yang dapat dikelola secara terpusat. Nokia juga sedang memperluas kapasitasnya melalui kemitraan dengan perusahaan seperti Supermicro untuk solusi jaringan data center AI, serta kontrak dengan Extreme Broadband yang berfokus pada peningkatan kinerja dan keamanan pusat data di Malaysia. Hal ini menunjukkan komitmen Nokia untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor dengan teknologi terbaru. Namun, segmen Mobile Networks Nokia saat ini mengalami tantangan yang menghambat pertumbuhan pendapatan. Persaingan yang ketat di pasar peralatan wireless serta ketidakpastian ekonomi dan risiko geopolitik memberikan tekanan pada margin keuntungan perusahaan. Hal ini membuat harga saham Nokia kurang optimal dibandingkan pesaingnya di sektor teknologi yang menunjukkan kinerja lebih baik. Beberapa pesaing Nokia seperti Ubiquiti, InterDigital, dan Motorola Solutions melaporkan pertumbuhan laba dan harga saham yang lebih baik berkat kinerja stabil dan inovasi produk. Meski begitu, kolaborasi Nokia dan CommScope berpotensi mengubah lanskap penyebaran jaringan fiber di Asia-Pasifik dengan menawarkan solusi yang lebih cepat dan murah bagi operator.