TLDR
Direktif keberlanjutan Uni Eropa mengalami pemotongan signifikan setelah tekanan dari negara anggota besar. Batasan baru untuk direktif meliputi jumlah karyawan dan pendapatan tahunan yang lebih tinggi. Organisasi dan advokat keberlanjutan khawatir bahwa pemotongan ini dapat mengurangi daya saing Uni Eropa dalam teknologi bersih. Uni Eropa sedang mengubah rencana mereka terkait dua aturan penting tentang keberlanjutan perusahaan, yaitu CSRD dan CSDDD, karena tekanan dari negara-negara besar dan kelompok bisnis yang merasa aturan tersebut terlalu ketat. Awalnya, aturan ini berlaku untuk perusahaan dengan 250 karyawan, tapi kini dibatasi hanya untuk perusahaan yang jauh lebih besar.Komite hukum dari Parlemen Eropa memutuskan bahwa CSRD hanya berlaku untuk perusahaan dengan setidaknya 1.000 karyawan dan omzet tahunan minimal 450 juta euro. Untuk CSDDD, cakupannya dibatasi untuk perusahaan dengan minimal 5.000 karyawan dan omzet lebih dari 1,5 miliar euro, serta dibatalkannya aturan tanggung jawab hukum umum.Kebijakan ini mendapat kritik dari bisnis Amerika Serikat dan beberapa perusahaan besar Jerman serta Prancis yang khawatir aturan ini akan menurunkan daya saing mereka. Bahkan ada seruan dari CEO untuk menghapus total aturan CSDDD, dan pemimpin negara seperti Macron dan Merz terbuka dengan kemungkinan tersebut.Para pendukung keberlanjutan dan organisasi non-profit mengingatkan bahwa pengurangan cakupan aturan ini bisa membuat data penting tentang keberlanjutan jadi kurang tersedia. Data yang lengkap dan berkualitas sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya pengurangan emisi dan pelaksanaan perjanjian iklim Paris.Aturan ini akan segera diputuskan oleh seluruh Parlemen Eropa dan kemudian dinegosiasikan dengan seluruh negara anggota Uni Eropa. Meski sudah ada pengurangan cakupan, perdebatan dan negosiasi diprediksi akan terus berlanjut di bulan-bulan mendatang.