ByteDance Tingkatkan Harga Beli Saham Karyawan, Optimis Masa Depan TikTok
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
13 Okt 2025
110 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
ByteDance melakukan pembelian kembali saham untuk meningkatkan kepercayaan karyawan terhadap perusahaan.
Harga saham yang ditawarkan meningkat, menunjukkan keyakinan manajemen terhadap valuasi perusahaan.
Divestasi operasi TikTok di AS tidak dianggap sebagai ancaman besar terhadap nilai perusahaan oleh manajemen ByteDance.
ByteDance, pemilik TikTok, melanjutkan program pembelian kembali saham karyawan sebagai wujud kepercayaan terhadap pertumbuhan perusahaan jangka panjang. Program ini juga berlaku untuk mantan karyawan dengan harga yang naik signifikan dibandingkan putaran sebelumnya, menunjukkan optimisme dari manajemen perusahaan.
Dalam program terbaru, karyawan di AS mendapatkan harga saham sebesar Rp 334.68 juta (US$200,41) per unit, meningkat 5,5 persen sejak putaran terakhir pada April. Sementara mantan karyawan mendapatkan harga Rp 301.22 juta (US$180,37) per saham, naik hampir 12 persen dan memperkecil perbedaan harga dengan karyawan aktif sebelumnya yang cukup besar.
Kenaikan harga saham ini menetapkan valuasi ByteDance sekitar Rp 5.51 quadriliun (US$330 miliar) berdasarkan harga pembelian kembali, yang menunjukkan bahwa manajemen menilai transaksi potensial penjualan operasional TikTok di AS bukan hal yang merusak nilai perusahaan secara signifikan.
Seorang ahli investasi asal Beijing, Guo Tao, menyampaikan bahwa harga saham pembelian kembali bisa menjadi patokan penting valuasi perusahaan, tetapi penilaian yang lebih lengkap harus memperhatikan berbagai aspek seperti kondisi pasar dan prospek keuntungan di masa depan.
Meski ada ketidakpastian geopolitik yang mengelilingi penjualan TikTok di AS, tindakan ByteDance memperkuat indikasi bahwa perusahaan ini tetap optimis dan berkomitmen untuk meningkatkan nilai ekonomis dari operasionalnya, termasuk kemungkinan kerja sama atau usaha patungan di pasar AS.
Analisis Ahli
Guo Tao
Harga pembelian kembali saham karyawan bisa menjadi indikator penting valuasi perusahaan namun penilaian aktual membutuhkan analisis multidimensional seperti kondisi pasar, profitabilitas, dan prospek pertumbuhan.

