Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pria Swedia Temukan Harta Karun Abad Pertengahan Berisi Ribuan Koin Perak

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
13 Okt 2025
283 dibaca
1 menit
Pria Swedia Temukan Harta Karun Abad Pertengahan Berisi Ribuan Koin Perak

Rangkuman 15 Detik

Harta karun yang ditemukan di Swedia menunjukkan pentingnya sejarah abad pertengahan.
Koin-koin tersebut mencerminkan masa pemerintahan Raja Knut Eriksson dan memiliki nilai arkeologis yang tinggi.
Temuan ini mengindikasikan kemungkinan adanya lebih banyak harta tersembunyi di Swedia.
Seorang pria di Stockholm, Swedia, menemukan sebuah harta karun saat hendak menggali cacing di rumah musim panasnya. Alih-alih cacing, ia menemukan tumpukan benda berharga berupa 20 ribu koin perak, mutiara, liontin, dan cincin perak yang sangat berharga secara sejarah. Dewan Administratif Stockholm segera melakukan pemeriksaan dan mengonfirmasi bahwa harta karun ini berasal dari abad pertengahan, khususnya dari masa pemerintahan Raja Swedia, Knut Eriksson, yang berkuasa antara tahun 1173 hingga 1195. Beberapa koin ditemukan bertuliskan nama Knut dan ada juga jenis langka yang dicetak oleh seorang uskup yang berkuasa pada saat itu. Koin ini menggambarkan seorang uskup memegang tongkat gembalaan yang menjadi simbol gereja dan klerus. Menurut Direktur Museum Abad Pertengahan Stockholm, Lin Annerback, penemuan ini terjadi pada masa sulit di akhir abad ke-12, ketika Swedia sedang melakukan upaya penjajahan ke Finlandia. Penimbunan harta ini diduga merupakan usaha untuk menyembunyikan kekayaan agar tetap menjadi milik keluarga. Penelitian mengenai harta karun ini masih berlanjut dan telah dilaporkan ke Dewan Warisan Nasional. Lembaga tersebut akan menentukan apakah negara akan memberikan kompensasi kepada sang penemu sebagai penghargaan atas penemuannya.

Analisis Ahli

Lin Annerback
Penimbunan harta karun ini memperlihatkan bagaimana masyarakat di masa sulit menyembunyikan kekayaan mereka agar tetap dimiliki keluarga, mengisyaratkan situasi politik yang tidak stabil pada masa itu.