Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Misteri Hajar Aswad: Batu Suci yang Mungkin Berasal dari Meteor

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (5mo ago) astronomy-and-space-exploration (5mo ago)
13 Okt 2025
225 dibaca
2 menit
Misteri Hajar Aswad: Batu Suci yang Mungkin Berasal dari Meteor

Rangkuman 15 Detik

Hajar Aswad memiliki sejarah panjang yang terhubung dengan kepercayaan Islam dan penelitian ilmiah.
Penelitian menunjukkan bahwa Hajar Aswad mungkin berasal dari meteorit, meskipun ada beberapa kelemahan dalam teori ini.
Komposisi Hajar Aswad menunjukkan bahwa batu ini mengandung nikel dan ferum dari luar angkasa.
Hajar Aswad adalah batu hitam yang menjadi bagian penting dalam sejarah dan tradisi Islam, dipercaya sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim dan berasal dari surga. Umat Islam meyakini batu ini memiliki makna spiritual, sedangkan ilmuwan mencoba untuk memahami asal-usul batu tersebut berdasarkan fakta-fakta ilmiah dan geologi. Beberapa peneliti berpendapat Hajar Aswad adalah batu meteor atau meteorit, yang didukung oleh penemuan kawah tumbukan meteor bernama Wabar dekat Makkah. Kawah ini ditemukan oleh peneliti Philby pada tahun 1932 dan memiliki ukuran besar lebih dari 100 meter, serta ditemukan pecahan batu yang mengandung pasir, silika, nikel, dan besi di sekitar lokasi. Ahli seperti E. Thomsen menyatakan bahwa lelehan pasir dan silika bercampur nikel bisa menjelaskan warna hitam pada batu, yang cocok dengan ciri Hajar Aswad. Lapisan putih yang ditemukan juga mungkin berasal dari campuran kimia di bagian dalam batu yang menghilang sehingga hanya tersisa warna hitam pada permukaan. Namun, teori bahwa Hajar Aswad adalah meteor juga memiliki kelemahan. Batu meteor biasanya tidak mengapung, tidak mudah pecah menjadi pecahan kecil, dan sulit menahan erosi. Hal ini membuat penjelasan tersebut tidak sepenuhnya bisa diterima tanpa keraguan dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian usia batuan menunjukkan bahwa Hajar Aswad mungkin memiliki usia yang sesuai dengan jangkauan pengamatan bangsa Arab kuno dan diduga dibawa ke Makkah melalui jalur perdagangan dari Oman. Studi ini memberikan gambaran ilmiah namun tetap menjadi misteri yang menarik bagi umat Islam dan ilmuwan.

Analisis Ahli

E. Thomsen
Penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik Hajar Aswad mirip batu meteorit dengan lapisan hitam dari nikel dan bagian dalam berwarna putih akibat campuran kimia di luar angkasa.