Shayne Coplan Jadi Milyarder Termuda Lewat Pasar Prediksi Berbasis Blockchain
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
11 Okt 2025
163 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Polymarket berhasil menarik perhatian generasi muda dengan model prediksi pasar yang inovatif.
Investasi besar dari Intercontinental Exchange menandakan kepercayaan pada potensi Polymarket dan pasar prediksi.
Perjuangan Polymarket dengan regulasi menunjukkan tantangan yang dihadapi platform perjudian online di AS.
Shayne Coplan memulai Polymarket, sebuah pasar prediksi yang berbasis blockchain, di kamar mandi apartemennya di Lower East Side. Dalam kurang dari 10 tahun, ia berhasil menempatkan perusahaan dalam posisi puncak dengan menarik minat Gen Z untuk bertaruh pada berbagai peristiwa nyata.
Polymarket menggabungkan teknologi stablecoin yang didukung dolar AS dan infrastruktur Ethereum untuk memfasilitasi taruhan dengan mudah dan aman. Pengguna dapat membeli dan menjual 'saham' pada hasil berbagai event, dari olahraga hingga politik, dengan potensi keuntungan yang menarik.
Meskipun sempat mendapat masalah hukum dari Commodity Futures Trading Commission dan FBI yang memeriksa aktivitasnya, Polymarket kini sudah bebas dari penyelidikan dan kembali legal beroperasi di AS. Donald Trump Jr. juga turut berperan sebagai penasihat perusahaan.
Investasi besar dari Intercontinental Exchange, induk dari New York Stock Exchange, senilai 2 miliar dolar AS meningkatkan valuasi Polymarket menjadi 9 miliar dolar AS, dan membuat Coplan menjadi milyarder termuda yang meraih kekayaan sendiri.
Kerjasama ini juga membuka jalan bagi distribusi data Polymarket dan inisiatif tokenisasi bersama NYSE. Dengan popularitas yang terus tumbuh di kalangan generasi muda, Polymarket berpotensi menjadi platform penting dalam dunia keuangan dan pasar prediksi global.
Analisis Ahli
Aleksandar Tomic
Pasar prediksi seperti Polymarket hanyalah tempat lain untuk bertaruh, jadi meskipun inovatif, tidak jauh berbeda dengan pasar taruhan lain yang ada sebelumnya.