Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penghasilan Ojol dan Taksi Online: Peluang dan Tantangan Pengemudi Daring

Finansial
Perencanaan Keuangan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
11 Okt 2025
4 dibaca
2 menit
Penghasilan Ojol dan Taksi Online: Peluang dan Tantangan Pengemudi Daring

Rangkuman 15 Detik

Penghasilan pengemudi ojol bervariasi tergantung kategori dan wilayah.
Fleksibilitas waktu kerja menjadi salah satu alasan banyak orang memilih profesi ini.
Ada pengemudi yang berhasil mendapatkan pendapatan di atas rata-rata dengan jam kerja yang panjang.
Pengemudi ojek online (ojol) di Indonesia memiliki potensi penghasilan yang menarik, namun tidak tetap layaknya pegawai kantoran. Pendapatan mereka sangat bergantung pada beberapa faktor seperti kategori mitra, jumlah jam kerja, wilayah operasional, serta jumlah order yang diterima. Laporan dari Grab menunjukkan bahwa pengemudi ojol yang bekerja penuh waktu dengan jam kerja sekitar 6 jam sehari di Bali dapat meraih penghasilan sampai dengan Rp6,85 juta per bulan. Sedangkan di kota lain seperti Makassar, jumlah pendapatan sedikit lebih rendah yakni sekitar Rp6,48 juta per bulan. Ada berbagai kategori pengemudi dengan pendapatan yang berbeda-beda. Kategori pengemudi paruh waktu atau Anggota biasanya hanya bekerja 3 jam per hari dengan pendapatan sekitar Rp1,6 juta per bulan, sedangkan kategori lain seperti Ksatria dan Pejuang penghasilannya berkisar antara Rp3,74 juta hingga Rp5,24 juta per bulan. Pendapatan pengemudi taksi online roda empat relatif lebih tinggi dibandingkan ojol roda dua. Di Bali, pengemudi taksi online kategori penuh waktu bahkan bisa menghasilkan sampai Rp18 juta per bulan, sementara di Makassar sekitar Rp11,97 juta per bulan. Contoh nyata dari pengemudi bernama Khoerudin di Jakarta menunjukkan bahwa dengan bekerja mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB setiap hari, ia mampu memperoleh penghasilan sekitar Rp8-9 juta per bulan. Fleksibilitas waktu dan potensi penghasilan yang kompetitif menjadi alasan banyak orang memilih profesi ini.

Analisis Ahli

dr. Ahmad Syafii (Ekonom Transportasi)
Pendapatan ojol sangat dipengaruhi oleh variabel lokasi dan jam kerja, serta kebijakan platform yang perlu mempertimbangkan kesejahteraan pengemudi agar tidak terjadi eksploitasi waktu kerja.
Prof. Rina Saraswati (Sosiolog Pekerjaan)
Fleksibilitas waktu menjadi daya tarik utama profesi ojol, tetapi stabilitas pendapatan harus diperhatikan agar mitra tidak terus menerus mengalami ketidakpastian finansial.