Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Cara Sukses Berkarier dengan AI: Kolaborasi Manusia dan Mesin

Teknologi
Kecerdasan Buatan
YahooFinance YahooFinance
10 Okt 2025
284 dibaca
2 menit
Cara Sukses Berkarier dengan AI: Kolaborasi Manusia dan Mesin

Rangkuman 15 Detik

Keterampilan manusia seperti rasa ingin tahu dan pemikiran kritis semakin penting di era kecerdasan buatan.
Kolaborasi antara manusia dan AI dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dibandingkan bekerja secara terpisah.
Profesional harus mampu mengelola dan memilih alat AI yang tepat untuk tugas tertentu demi mencapai efisiensi dan keakuratan.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mengubah cara dunia kerja di banyak bidang. Marco Argenti, CIO Goldman Sachs, menjelaskan bahwa kunci sukses di era AI bukanlah bersaing dengan mesin, tetapi bagaimana manusia bisa bekerjasama dengan AI untuk menghasilkan hasil yang lebih baik. Peran profesional kini berubah dari hanya mengerjakan tugas menjadi mengatur dan mengoordinasi kerja antara manusia dan AI. Argenti menekankan pentingnya rasa ingin tahu manusia sebagai kemampuan utama yang memberi nilai tambah dalam pekerjaan. AI memang mahir mengolah dan menyajikan data yang sudah ada, namun AI belum mampu menciptakan terobosan tanpa dorongan dan pertanyaan kreatif dari manusia. Oleh karena itu, mengajukan pertanyaan yang tidak biasa dan berani sangat membantu memaksimalkan potensi AI. Selain itu, Argenti menyarankan agar setiap profesional mengumpulkan sendiri berbagai alat AI yang spesifik untuk kebutuhan berbeda, karena tiada satu platform AI yang unggul untuk semua jenis pekerjaan. Dengan menguasai kapan dan bagaimana menggunakan AI yang tepat, seseorang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja secara signifikan. Sementara itu, Rahsaan Shears dari KPMG menyebutkan bahwa meskipun AI terus berkembang, saat ini AI masih seperti anak kecil yang perlu diawasi. Oleh sebab itu, para pekerja harus kritis dan waspada terhadap hasil AI yang bisa saja keliru, terutama para generasi muda yang cenderung percaya teknologi secara berlebihan. Pesan utama dari artikel ini adalah AI bukan merupakan pengganti manusia, melainkan alat yang mengubah definisi keahlian kerja. Mereka yang bisa menggabungkan keahlian teknologi dengan kreativitas, kemampuan menilai, dan kepemimpinan akan menjadi pemimpin masa depan dalam dunia kerja berbasis AI.

Analisis Ahli

Marco Argenti
Menggarisbawahi pentingnya peran manusia dalam mengorkestrasi kolaborasi antara manusia dan AI serta mengembangkan toolkit AI yang sesuai untuk berbagai tugas.
Rahsaan Shears
Menekankan kebutuhan terus menerus akan keterlibatan manusia dan pengembangan kemampuan berpikir kritis serta skeptisisme terhadap keluaran AI, terutama oleh generasi digital native.