Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bank Terbesar Dunia Jajaki Stablecoin Mata Uang G7 di Blockchain

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
YahooFinance YahooFinance
10 Okt 2025
248 dibaca
2 menit
Bank Terbesar Dunia Jajaki Stablecoin Mata Uang G7 di Blockchain

Rangkuman 15 Detik

Inisiatif untuk menciptakan stablecoin bertujuan untuk meningkatkan kompetisi di pasar.
Bank besar mulai mengeksplorasi penggunaan blockchain dalam sistem keuangan konvensional.
Tether saat ini menjadi pemimpin pasar stabilcoin, tetapi ada upaya dari bank untuk menciptakan alternatif.
Sejumlah bank besar dunia termasuk Bank of America, Citi, dan Goldman Sachs membentuk kelompok untuk mengembangkan aset digital bernama stablecoin yang menggunakan teknologi blockchain dan dipatok 1:1 terhadap mata uang negara-negara G7. Ini merupakan upaya awal mereka untuk membawa teknologi blockchain ke dalam sistem keuangan utama dengan cara yang aman dan terregulasi. Stablecoin adalah jenis cryptocurrency yang memiliki nilai tetap terhadap mata uang nyata agar risiko fluktuasi harga dapat diminimalkan. Pasar stablecoin saat ini didominasi oleh Tether, yang memiliki nilai pasar 179 miliar dolar dari total 310 miliar dolar stablecoin yang beredar. Namun, para bank besar ingin membuat stablecoin mereka sendiri agar lebih terkontrol dan sesuai aturan. Selain bank-bank dari Amerika dan Eropa, ada juga bank-bank Eropa yang membentuk konsorsium baru untuk meluncurkan stablecoin yang dipatok pada euro. Perusahaan jasa keuangan seperti Societe Generale juga sudah mulai menerbitkan stablecoin sendiri, meski saat ini nilai peredarannya masih kecil sekitar 30,6 juta dolar. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk melihat apakah pasar stablecoin bisa dibangun secara lebih terbuka, aman, dan kompetitif sambil tetap mematuhi regulasi yang ketat. Dengan teknologi blockchain publik, bank berharap dapat memberikan kemudahan transaksi, transparansi dan manajemen risiko yang lebih baik. Jika berhasil, stablecoin bank-bank besar ini berpotensi mempercepat adopsi aset digital di kalangan institusi finansial tradisional serta nasabah umum. Namun, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kolaborasi regulator dan kemampuan bank untuk menjaga stabilitas serta keamanan sistem.

Analisis Ahli

Chris Skinner
Ini adalah langkah penting untuk mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam sistem keuangan tradisional, yang dapat mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan transparansi.
Nouriel Roubini
Meskipun ada potensi, stablecoin dari bank besar harus hati-hati untuk tidak mengulang masalah stabilitas dan risiko yang dihadapi oleh pemain kripto sebelumnya.