AI summary
Ferrari memproyeksikan pendapatan sebesar €9 miliar pada tahun 2030 dengan fokus pada mobil sport dan personalisasi. Perusahaan mengurangi target mobil listrik menjadi 20% dalam lini produk yang direncanakan untuk tahun 2030. Ferrari berkomitmen untuk mengurangi emisi dengan target pengurangan 40% per mobil pada tahun 2030. Ferrari telah mengumumkan target keuangan jangka panjangnya dengan memproyeksikan pendapatan bersih sekitar €9 miliar pada tahun 2030, mewakili pertumbuhan tahunan sebesar 5%. Perusahaan mengubah strategi mobil listriknya dengan mengurangi target kendaraan listrik penuh menjadi 20% dari total produksi sports car, sementara tetap mempertahankan 40% model berbahan bakar internal dan 40% hybrid.Pertumbuhan Ferrari akan fokus pada penjualan mobil sport dan aktivitas terkait, dengan dukungan dari pesanan yang sudah ada serta penawaran produk yang lebih kaya dan personalisasi yang meningkat. Selain itu, divisi balap dan gaya hidup juga diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Finansial.Target margin keuntungan juga meningkat dengan proyeksi EBIT minimal €2,75 miliar (margin setidaknya 30%) dan EBITDA minimal €3,6 miliar (margin setidaknya 40%) pada 2030. Ferrari juga berencana meluncurkan model listrik pertamanya yang dinamakan ‘elettrica’ dengan pengiriman mulai akhir 2026.Untuk target jangka pendek, Ferrari melaporkan pendapatan bersih sebesar €6,7 miliar pada 2024 dan memperkirakan pendapatan minimal €7,1 miliar pada 2025. Margin EBIT tahun 2024 tercatat 28,3%, dengan perkiraan meningkat menjadi minimal 29% pada 2025. Perusahaan juga menaikkan proyeksi laba per saham untuk tahun 2025.Selain target keuangan, Ferrari memperbarui ambisi pengurangan emisi Scope 3 sebesar 40% per mobil pada 2030 dibandingkan dengan 2021, dan menekankan perpaduan antara inovasi teknologi, desain kreatif, dan keterampilan manufaktur dalam menghadirkan produk masa depan mereka.
Keputusan Ferrari untuk mengurangi target kendaraan listriknya dan fokus pada model yang lebih beragam menunjukkan pendekatan yang realistis dan berhati-hati dalam menghadapi perubahan cepat di industri otomotif. Pendekatan ini bisa menjadi langkah strategis yang kuat, namun perusahaan harus memastikan inovasi teknologi dan keberlanjutan tetap menjadi prioritas utama untuk tidak kehilangan relevansi di pasar yang semakin sadar lingkungan.