Visa Memimpin Revolusi Pembayaran Digital dengan Infrastruktur Stablecoin
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
09 Okt 2025
81 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Visa beradaptasi dengan perkembangan stablecoin dan membangun infrastruktur yang mendukungnya.
Regulasi yang jelas melalui GENIUS Act memberikan keunggulan kompetitif bagi Visa.
Pertumbuhan yang stabil dan inovasi berkelanjutan menjadikan Visa sebagai investasi yang menarik.
Visa pernah dihadapkan pada tantangan besar dari munculnya mata uang digital dan perusahaan fintech yang lebih gesit, terutama dari stablecoin yang mengancam menggerogoti volume transaksi mereka. Namun, daripada menolak, Visa memilih untuk beradaptasi dan membangun infrastruktur yang mendukung pembayaran menggunakan stablecoin, memperkuat posisi mereka dalam ekosistem pembayaran global.
Rencana Visa meluncurkan inisiatif stablecoin pada April 2026 akan memungkinkan bisnis untuk melakukan pembayaran yang diprefund menggunakan stablecoin. Transaksi kemudian akan diubah ke mata uang lokal oleh jaringan bank Visa, sehingga pengguna akhir tetap merasakan transaksi menggunakan mata uang tradisional tanpa gangguan.
Langkah ini menawarkan solusi baru yang lebih cepat dan efisien bagi perusahaan yang melakukan pembayaran lintas batas. Dengan memanfaatkan stablecoin, bisnis tidak perlu lagi mengunci modal di berbagai negara, sehingga bisa mengelola likuiditas dengan lebih baik dan mempercepat siklus penyelesaian pembayaran.
Visa juga mendapat keuntungan dari regulasi terbaru yang lebih jelas terkait aset digital, memberikan kepastian hukum dalam mengintegrasikan stablecoin ke dalam sistem mereka. Meskipun menghadapi persaingan dari raksasa seperti Walmart dan Amazon yang sedang mengembangkan stablecoin, Visa terus memperkuat teknologinya melalui kemitraan dengan Paxos dan mendukung berbagai stablecoin dan blockchain utama.
Kinerja saham Visa tetap kuat dengan valuasi premium dan pertumbuhan pendapatan yang stabil. Perusahaan juga aktif dalam pengembalian modal kepada pemegang saham. Meskipun ada tantangan hukum yang tetap membayangi, Visa dipandang sebagai perusahaan yang inovatif dan adaptif, dengan prospek jangka panjang yang positif.
Analisis Ahli
Aswath Damodaran
Visa's strategic adaptation to fintech and stablecoins secures its market dominance but demands continuous innovation and regulatory navigation to maintain valuation premium.Cathie Wood
Visa’s stablecoin integration is a pivotal move towards the digital currency adoption wave, providing robust growth potential in global payments infrastructure.