AI summary
Oracle mendapatkan perhatian positif dari analis terkait pertumbuhan AI. Bisnis AI Oracle menghadapi tantangan profitabilitas yang signifikan. Kolaborasi dengan SoftBank menunjukkan ekspansi Oracle di pasar Jepang. Saham Oracle naik signifikan setelah mendapat rating Buy dari analis Baird yang sangat optimis dengan potensi pertumbuhan AI perusahaan ini. Baird bahkan menetapkan target harga saham di angka $365, memperkuat keyakinan bahwa Oracle siap mengambil peran besar di era teknologi baru.Selain mendapatkan dukungan analis, Oracle mengumumkan kolaborasi strategis dengan SoftBank untuk menyediakan layanan cloud dan AI khusus di Jepang, serta meluncurkan produk baru untuk memudahkan komunikasi global perusahaan. Ini menunjukkan Oracle terus berupaya memperkuat portofolio inovasi dan layanan teknologi mereka.Namun, laporan terbaru menunjukkan bisnis cloud AI Oracle memiliki margin laba kotor yang tipis, hanya sekitar 14%, dan mengalami kerugian hampir $100 juta akibat biaya sewa chip Nvidia yang mahal. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai profitabilitas jangka pendek bisnis AI mereka.Sepanjang tahun ini, harga saham Oracle sudah naik hampir 80 persen, tetapi saat ini masih 9,3 persen di bawah harga tertinggi tahunan mereka pada September 2025. Saham Oracle juga dikenal sangat volatil dengan banyak fluktuasi besar dalam setahun terakhir.Dengan semua informasi ini, investor harus menilai apakah lonjakan harga saham dan inovasi baru cukup kuat untuk melampaui tantangan margin tipis di bisnis cloud AI. Bagi yang siap menghadapi risiko volatilitas, Oracle menawarkan peluang pertumbuhan hasil investasi jangka panjang.
Kenaikan saham Oracle mencerminkan sentimen positif terhadap potensi besar AI, namun investor harus tetap waspada terhadap margin keuntungan yang tipis pada bisnis cloud AI yang bisa menghambat pertumbuhan laba dalam jangka pendek. Investasi di Oracle saat ini cocok untuk yang siap menghadapi volatilitas dengan harapan keuntungan jangka panjang dari ekspansi AI dan cloud.