Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Sora: Aplikasi Video AI OpenAI Bersaing Kuat dengan ChatGPT di Pasar iOS

Teknologi
Kecerdasan Buatan
TechCrunch TechCrunch
09 Okt 2025
44 dibaca
2 menit
Sora: Aplikasi Video AI OpenAI Bersaing Kuat dengan ChatGPT di Pasar iOS

Rangkuman 15 Detik

Sora mencapai satu juta unduhan dalam waktu kurang dari lima hari meskipun dalam mode undangan.
Sora berhasil mengalahkan angka unduhan ChatGPT dalam minggu pertama peluncurannya.
Penggunaan deepfake di Sora memicu perdebatan etika, seperti yang terlihat dari reaksi Zelda Williams.
OpenAI meluncurkan aplikasi baru bernama Sora yang mampu membuat video menggunakan kecerdasan buatan dengan cepat. Dalam waktu singkat setelah dirilis, Sora berhasil menjadi aplikasi nomor satu di App Store Amerika Serikat, mengalahkan Popularitas ChatGPT pada minggu pertama. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa mengingat Sora masih menggunakan sistem undangan untuk akses pengguna. Menurut data dari Appfigures, pada minggu pertama peluncurannya, Sora sudah didownload lebih dari 627.000 kali di iOS. Sementara itu, ChatGPT yang populer berhasil diunduh sekitar 606.000 kali saat minggu pertama tersedia di iOS, artinya Sora memiliki start yang lebih baik. Sora mulai diluncurkan di Amerika Serikat dan Kanada, dan sekitar 45.000 unduhan berasal dari Kanada. Sora mencatat jumlah pemasangan harian yang sangat tinggi dengan puncak mencapai lebih dari 107.800 unduhan pada hari kedua peluncuran. Meskipun angka ini sedikit menurun setelah itu, jumlahnya tetap stabil dan layak diperhitungkan untuk sebuah aplikasi eksklusif yang mengharuskan pengguna memiliki undangan terlebih dahulu untuk mengakses. Salah satu fitur Sora yang paling menonjol adalah kemampuannya dalam menghasilkan video deepfake yang sangat realistis dengan model terbaru bernama Sora 2. Fitur ini menimbulkan perhatian sosial dan etika yang signifikan, terutama mengenai penggunaan yang kontroversial seperti pembuatan video dari orang-orang yang sudah meninggal. Zelda Williams, putri aktor Robin Williams, bahkan meminta masyarakat untuk tidak membuat konten AI yang menggunakan sosok ayahnya. Kesuksesan Sora menunjukkan tren baru dalam teknologi AI yang tidak hanya terbatas pada teks, tetapi juga merambah ke video dan media visual lainnya. Popularitas yang cepat serta fitur unik dari aplikasi ini berpotensi membuka banyak peluang baru di bidang teknologi kreatif, namun juga menimbulkan tantangan dalam mengelola dampak sosial dan etika penggunaan teknologi deepfake.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Inovasi AI video seperti Sora adalah lompatan besar dalam teknologi generatif yang membuka banyak potensi industri kreatif tapi juga tantangan etis yang harus disikapi dengan bijak.