Sora: Aplikasi Video AI OpenAI Mulai Lebih Populer dari ChatGPT di iOS
Teknologi
Kecerdasan Buatan
09 Okt 2025
202 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Sora mencatat unduhan yang signifikan meskipun bersifat undangan saja.
Perbandingan peluncuran Sora dan ChatGPT menunjukkan bahwa Sora memiliki adopsi yang sangat baik di luar AS.
Terdapat kekhawatiran etika terkait penggunaan teknologi deepfake seperti yang dinyatakan oleh Zelda Williams.
OpenAI telah meluncurkan aplikasi video generatif baru bernama Sora yang langsung menduduki peringkat No. 1 di App Store Amerika Serikat setelah seminggu tersedia. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat video realistis dengan teknologi AI, termasuk kemampuan membuat deepfake yang sangat nyata.
Berdasarkan data dari Appfigures, Sora mendapatkan sekitar 627.000 unduhan iOS dalam tujuh hari pertama sejak peluncuran pada 30 September 2025, melebihi jumlah unduhan ChatGPT saat peluncuran tahun sebelumnya di AS yang mencapai 606.000 unduhan pada minggu pertama.
Perbandingan ini sedikit tidak adil karena ChatGPT saat itu hanya diluncurkan di AS, sementara Sora tersedia juga di Kanada. Namun, unduhan dari Kanada hanya sekitar 45.000, sehingga jika hanya menghitung AS, Sora tetap hampir menyamai peluncuran ChatGPT dengan 96% dari unduhan ChatGPT.
Meski Sora hanya tersedia untuk pengguna yang mendapat undangan (invite-only), aplikasi ini menunjukkan tingkat adopsi yang signifikan, bahkan lebih baik daripada peluncuran aplikasi AI besar lain seperti Claude, Copilot, dan Grok. Puncaknya, pada 1 Oktober 2025, aplikasi ini menembus 107.800 unduhan dalam sehari.
Salah satu kontroversi terkait Sora adalah penggunaan teknologi deepfake. Banyak pengguna memproduksi video AI tokoh yang sudah meninggal, seperti Robin Williams, yang membuat putrinya, Zelda Williams, meminta orang berhenti membuat dan membagikan video tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang batasan etika pemanfaatan teknologi AI ini.

