Bisakah Investasi di Lululemon Menggandakan Duit Kamu Hingga 2030?
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
09 Okt 2025
22 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Lululemon mengalami penurunan harga saham karena pertumbuhan pendapatan yang lebih lambat.
Perusahaan memiliki peluang untuk tumbuh di pasar internasional, terutama di China.
Motley Fool merekomendasikan saham lain yang mungkin lebih menjanjikan daripada Lululemon saat ini.
Lululemon, yang dikenal sebagai merek pakaian olahraga premium, sebelumnya menikmati pertumbuhan pendapatan yang kuat lebih dari 20% setiap tahunnya. Namun, baru-baru ini perusahaan menghadapi perlambatan dengan hanya tumbuh 7% pada kuartal terakhir. Hal ini menyebabkan harga sahamnya turun hingga 66% dari puncaknya pada Desember 2023.
Sebelum penurunan ini, dalam lima tahun terakhir saham Lululemon naik tajam mencapai 321%. Kejayaan tersebut didukung oleh pergeseran tren konsumen selama pandemi yang meningkatkan permintaan produk mereka, terutama melalui kanal digital mereka.
Saat ini, Lululemon menghadapi tekanan dari pesaing premium, minimnya produk baru yang inovatif, dan kondisi ekonomi global yang kurang mendukung, terutama di pasar Amerika Serikat. Meski demikian, mereka tetap memiliki brand yang kuat dan laba yang tinggi.
Salah satu peluang besar Lululemon adalah ekspansi internasional, terutama di pasar China yang berkembang pesat. Valuasi saham Lululemon yang saat ini relatif rendah dengan rasio harga terhadap laba sebesar 11,9 memberikan alasan optimis bagi investor dalam jangka panjang.
Namun, The Motley Fool tidak merekomendasikan Lululemon sebagai salah satu dari 10 saham terbaik untuk saat ini. Mereka menyarankan agar investor mempertimbangkan saham lain yang berpotensi memberikan hasil investasi yang jauh lebih besar, seperti yang telah terjadi pada Netflix dan Nvidia di masa lalu.
Analisis Ahli
Neil Patel
Tidak memiliki posisi pada saham yang disebutkan dan memberi analisis non-bias tentang potensi investasi Lululemon.