Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Apakah Saham KKR Masih Layak Dibeli Setelah Penurunan Valuasi? Analisis Lengkap

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (5mo ago) investment-and-capital-markets (5mo ago)
09 Okt 2025
262 dibaca
2 menit
Apakah Saham KKR Masih Layak Dibeli Setelah Penurunan Valuasi? Analisis Lengkap

Rangkuman 15 Detik

KKR mungkin dianggap overvalued berdasarkan analisis valuasi yang dilakukan.
Pergerakan saham KKR dipengaruhi oleh sentimen analis dan langkah strategis perusahaan.
Pendekatan Narasi dapat membantu investor memahami dan menyusun pandangan mereka mengenai nilai saham.
Saham KKR telah mengalami kenaikan yang sangat signifikan hingga 260% dalam lima tahun terakhir, dan hampir dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Namun, baru-baru ini saham tersebut menunjukkan pelemahan dengan penurunan sekitar 16,4% sejak awal tahun. Penurunan ini membuat beberapa investor merasa khawatir sementara sebagian lain melihat peluang investasi dengan mempercayai rekam jejak pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Penurunan sentimen analis mulai terlihat ketika Piper Sandler menurunkan target harga saham KKR dari Rp 2.77 triliun ($166 m) enjadi Rp 2.59 juta ($155) , meskipun tetap memberikan rekomendasi Overweight. Selain itu, KKR tengah melakukan beberapa langkah strategi seperti mempertimbangkan penjualan saham besar di Pembina Gas Infrastructure dan menjadi calon utama untuk mengakuisisi kantor pusat Nissan di Yokohama, yang menunjukkan aktivitas manajemen yang intens serta penilaian ulang risiko bisnis dalam jangka pendek. Dari sisi valuasi fundamental, metode Excess Returns yang mengukur kemampuan KKR menghasilkan return di atas biaya modal menunjukkan bahwa saham ini ternyata overvalued sebesar 53,4%. Hal ini berarti harga pasar saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan nilai intrinsik berdasarkan kemampuan perusahaan memberikan keuntungan bersih di atas biaya ekuitas tadi. Metode valuasi lain dengan menggunakan Price-to-Earnings (PE) ratio juga mempertegas kesimpulan tersebut. Saat ini PE KKR mencapai 55,6x, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri dan peer group yang masing-masing berada di angka 25,5x dan 40,2x. Bahkan fair ratio yang disesuaikan hanya sebesar 27,5x, menandakan saham sedang diperdagangkan dengan premium yang cukup besar dari sisi pendapatan. Sebagai alternatif, investor dianjurkan untuk menggunakan pendekatan naratif yang menggabungkan perspektif pribadi dan penilaian dinamis terhadap bisnis KKR. Dengan narasi ini, investor dapat menetapkan ekspektasi nilai wajar berdasarkan skenario pertumbuhan yang realistis dan risiko yang dihadapi, memungkinkan keputusan investasi yang lebih bijak dan sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Analisis Ahli

Aswath Damodaran
Valuasi KKR perlu mempertimbangkan risiko pasar dan biaya modal yang tidak rendah; kecepatan pertumbuhan pendapatan harus sejalan dengan harga saham agar tetap wajar.
Howard Marks
Pasar seringkali memanas dan membuat saham terlalu mahal; investor bijak harus menilai secara kritis sebelum mengambil posisi lebih besar di saham seperti KKR.