AI summary
FCA akhirnya mengangkat larangan ETN kripto, tetapi ini dianggap langkah lambat. ETN adalah produk yang berbeda dari ETF, menawarkan perlindungan konsumen tetapi kurang dalam kepemilikan aset. Pasar kripto di Inggris bisa mendapatkan kembali momentum, tetapi masih ada batasan pada produk lain seperti derivatif. Financial Conduct Authority (FCA) Inggris telah mengakhiri larangan empat tahun terhadap perdagangan Exchange-Traded Notes (ETNs) yang berbasis Bitcoin dan Ethereum untuk investor ritel, mulai berlaku pada 8 Oktober 2025. Langkah ini membuka kembali akses regulasi ke produk investasi kripto setelah sebelumnya dilarang sejak Januari 2021 karena kekhawatiran terhadap risiko tinggi yang mungkin dialami investor ritel.Larangan awal diberlakukan di tengah ketidakpastian pasar dan kekhawatiran atas kemungkinan kerugian besar akibat volatilitas ekstrem dan potensi manipulasi pasar kripto. Namun, selama periode ini, negara lain seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa sudah lebih dulu meluncurkan produk spot Bitcoin ETF dan ETNs yang populer bahkan di kalangan investor institusi dan ritel.Berbeda dengan ETF, ETNs adalah instrumen berbasis utang yang melacak kinerja aset kripto tanpa memegang aset dasar secara langsung, sehingga menyimpan risiko penerbit yang harus dipertimbangkan investor. FCA menyoroti bahwa ETNs menawarkan inklusi yang teregulasi dengan perlindungan konsumen melalui pengungkapan risiko dan penerapan kerangka Consumer Duty.Meski kebijakan ini dianggap lebih simbolis daripada revolusioner, beberapa analis memperkirakan akan ada peningkatan partisipasi investor kripto di Inggris hingga 20%. Namun, pembatasan masih berlaku pada produk derivatif kripto lainnya dan ETF spot, sehingga pasar Inggris belum sepenuhnya terbuka seperti pasar di AS dan Eropa yang lebih dulu maju.Secara keseluruhan, keputusan FCA ini merupakan langkah pertama menuju normalisasi dan integrasi produk kripto di pasar Inggris, sekaligus peringatan bagi regulator lain bahwa inovasi finansial berjalan cepat dan tidak menunggu regulasi sempurna untuk berkembang.
Langkah FCA ini memang menandai kemajuan, tetapi fokus pada ETNs yang berbasis kredit utang tanpa kepemilikan langsung aset kripto adalah pendekatan yang terlalu berhati-hati di saat pasar lain sudah melangkah lebih jauh. Inggris berisiko kehilangan posisi sebagai pusat keuangan kripto global kalau regulasi tidak segera diperluas dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang berkembang.