Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bisakah Saham GoPro Melanjutkan Lonjakan? Ini Analisis Lengkapnya

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (6mo ago) investment-and-capital-markets (6mo ago)
08 Okt 2025
180 dibaca
1 menit
Bisakah Saham GoPro Melanjutkan Lonjakan? Ini Analisis Lengkapnya

Rangkuman 15 Detik

GoPro menghadapi tantangan serius dalam pertumbuhan pendapatan dan peningkatan kompetisi.
Inisiatif baru yang melibatkan langganan dan AI dapat memberikan dorongan jangka pendek, tetapi tidak jelas apakah ini akan bertahan lama.
Investor harus berhati-hati dan mempertimbangkan alternatif investasi yang lebih menjanjikan daripada GoPro.
GoPro pernah menjadi favorit investor sejak IPO-nya pada 2014 karena produknya yang inovatif dan populer terutama di kalangan penggemar olahraga ekstrim. Kamera yang tahan banting dan fitur waterproof menjadi daya tarik utama bagi para pengguna. Namun, selama beberapa tahun terakhir, GoPro menghadapi tekanan besar dari kompetitor seperti Garmin dan Sony, serta kemajuan pesat kamera smartphone yang mengurangi kebutuhan pasar terhadap kamera khusus aksi. Pendapatan GoPro menurun tajam dari 1,1 miliar dolar AS pada 2022 menjadi hanya 801,5 juta dolar pada 2024 dan penurunan pengiriman kamera sebanyak 29% menandakan melemahnya permintaan produk fisik mereka. Meski GoPro berhasil memperkecil kerugian melalui efisiensi biaya dan menaikkan harga jual rata-rata produknya, perusahaan masih mencatat rugi bersih dalam laporan keuangannya. Strategi menambah pendapatan dari layanan berlangganan dan AI menunjukkan potensi baru, tapi belum cukup meyakinkan investor untuk jangka panjang. Investor dianjurkan waspada karena meskipun GoPro berusaha bangkit dengan layanan baru, fundamental bisnisnya masih terbukti lemah dan volatilitas saham tinggi. Kinerja saham tidak sebanding dengan perusahaan teknologi besar lain seperti Nvidia yang mencatat keuntungan luar biasa selama 10 tahun terakhir.

Analisis Ahli

Lawrence Rothman
Meskipun GoPro menunjukkan langkah positif dalam peningkatan margin dan pengurangan kerugian, tanpa keunggulan kompetitif yang unik, sahamnya tidak akan mencapai pertumbuhan eksplosif seperti Nvidia.