GoPro Berinovasi Lewat AI dan Kamera 360, Tapi Ada Ancaman dari DJI
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
20 Sep 2025
6 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
GoPro berusaha bertransformasi dari penjualan perangkat keras menjadi peluang digital baru melalui AI.
Persaingan dari DJI dapat mempengaruhi prospek pertumbuhan GoPro di masa depan.
Meskipun ada tantangan, inovasi dan pengakuan industri dapat memberikan momentum bagi GoPro.
GoPro kini fokus mengembangkan bisnisnya dari sekadar kamera fisik ke peluang digital dengan meluncurkan program lisensi pelatihan AI yang memanfaatkan video buatan pengguna. Langkah ini diharapkan membuka aliran pendapatan baru dan memperkuat keunggulan teknologi perusahaan di bidang imaging.
Perusahaan juga baru saja mendapatkan Emmy Award untuk teknologi kamera 360 derajat yang inovatif, langkah ini meningkatkan reputasi mereka sebagai pemimpin dalam teknologi kamera dan imajinasi digital.
Meski mendapat momentum positif, GoPro menghadapi persaingan langsung dari DJi yang akan meluncurkan kamera premium compact yang mengincar pasar utama GoPro. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi kehilangan pangsa pasar dan pendapatan.
Harga saham GoPro naik hampir 9% selama setahun terakhir dan sempat melonjak hampir 10% setelah pengumuman program AI, namun analis menilai harga saham saat ini sudah melebihi nilai wajarnya berdasarkan fundamental dan risiko bisnis.
Meskipun demikian, ada juga argumen dari sisi nilai penjualan yang menunjukkan GoPro masih diperdagangkan di bawah rata-rata industri, sehingga ada kemungkinan pasar belum sepenuhnya menyadari potensi nilai baru dari transformasi bisnis yang tengah berlangsung.
Analisis Ahli
Tavi Costa (Analis Teknologi)
Strategi GoPro untuk memanfaatkan AI dan layanan berlangganan sangat tepat untuk menghadapi tekanan penurunan perangkat keras. Namun, peluncuran produk baru dari kompetitor seperti DJI menuntut GoPro harus tetap agresif inovasi dan pemasaran.Linda Zhang (Analis Pasar Saham)
Meski hype terkait AI menarik, investor harus waspada karena transisi bisnis dan revenue streams baru masih menghadapi ketidakpastian dan risiko pendapatan yang fluktuatif dalam jangka pendek.