Prediksi Penjualan Online Musim Liburan AS 2024: AI dan Mobile Jadi Pendorong Utama
Teknologi
Kecerdasan Buatan
06 Okt 2025
270 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penjualan online pada musim liburan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, didorong oleh permintaan diskon.
Penggunaan AI dalam belanja online diprediksi akan meningkat, dengan banyak konsumen menggunakan teknologi ini untuk riset dan rekomendasi.
Perangkat mobile terus menjadi pendorong utama dalam belanja online, dengan lebih dari setengah transaksi berasal dari perangkat mobile.
Musim belanja liburan tahun 2024 di Amerika Serikat diperkirakan menyumbang penjualan online sebesar Rp 4.23 quadriliun ($253,4 miliar) , naik 5,3% dibanding tahun sebelumnya. Laporan dari Adobe Analytics menunjukkan bahwa Cyber Monday akan menjadi hari belanja terbesar dengan perkiraan pengeluaran online sebesar Rp 237.14 triliun ($14,2 miliar) , meningkat 6,3% dari tahun lalu.
Black Friday dan Thanksgiving juga diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas belanja online, dengan pertumbuhan masing-masing 8,3% dan 4,9%. Faktor utama yang mendorong peningkatan ini termasuk penawaran diskon rata-rata sebesar 28%, serta tren belanja melalui gadget mobile yang semakin dominan dengan pangsa pasar mencapai 56,1%.
Penggunaan layanan AI dalam belanja online juga menunjukkan lonjakan dramatis, dengan trafik yang menggunakan AI naik 520% tahun ke tahun. Konsumen kerap menggunakan AI untuk riset produk, mendapatkan rekomendasi, menemukan promo, atau mencari inspirasi hadiah, terutama untuk kategori mainan, elektronik, perhiasan, dan produk perawatan pribadi.
Selain itu, layanan 'beli sekarang, bayar nanti' atau BNPL semakin populer dan diprediksi mendorong penjualan hingga Rp 337.34 triliun ($20,2 miliar) selama musim liburan, naik 11% dari tahun sebelumnya. Social media juga menjadi sumber penting dengan kenaikan pendapatan iklan online sebesar 51%, menunjukkan peran besar platform digital dalam mekanisme pemasaran.
Secara keseluruhan, musim belanja tanggal besar di Amerika Serikat tahun ini tidak hanya memperlihatkan pertumbuhan penjualan, tetapi juga transformasi dalam perilaku konsumen yang semakin mengandalkan teknologi seperti AI dan mobile untuk mendukung keputusan pembelian mereka.
Analisis Ahli
Adrienne Becker, E-Commerce Analyst
Adopsi AI yang cepat dalam e-commerce menunjukkan bahwa perusahaan harus investasi lebih besar pada teknologi AI untuk mengerti konsumen secara lebih dalam dan menghadirkan pengalaman belanja yang unik dan relevan.Michael Kim, Retail Strategy Consultant
Dominasi mobile sebagai saluran penjualan online membuka peluang bagi toko untuk mengoptimalkan aplikasi dan situs mobile mereka, serta memperhatikan faktor UX untuk peningkatan penjualan maksimal.