AI summary
Panatere memperkenalkan teknologi inovatif untuk daur ulang baja menggunakan energi matahari. Proyek ini memiliki potensi untuk mengurangi emisi karbon secara drastis dalam industri. Kerjasama dengan institusi pendidikan menunjukkan pentingnya penelitian dalam pengembangan teknologi hijau. Perusahaan Swiss bernama Panatere telah mengembangkan dua tungku surya yang mampu melelehkan limbah baja industri menggunakan energi matahari. Teknologi ini diluncurkan di La Chaux-de-Fonds, sebuah kota yang dikenal sebagai pusat industri jam tangan presisi di Swiss. Dengan menggunakan energi hijau, tungku ini bisa menggantikan proses peleburan baja konvensional yang selama ini bergantung pada bahan bakar fosil.Tungku surya ini bekerja menggunakan cermin heliostat yang dapat mengikuti pergerakan matahari dan memantulkan sinar ke dalam piringan konkaf besar. Suhu yang dapat dicapai bisa sangat tinggi, hingga 1.450 derajat Celsius, cukup untuk melelehkan baja stainless yang digunakan oleh para pembuat jam tangan dan produsen alat medis di daerah tersebut.Proyek ini didukung oleh institusi pendidikan tinggi seperti Haute École Arc Ingénierie dan Universitas Franche-Comté melalui program Interreg Prancis-Swiss. Tim peneliti melakukan simulasi untuk memastikan kinerja sistem dan menyatakan bahwa desain terbaru dapat meningkatkan intensitas cahaya matahari yang dipusatkan hingga 5.500 kali lipat.Selain ramah lingkungan, proses ini juga menjanjikan pengurangan emisi karbon yang sangat signifikan, yakni hingga 165 kali lebih rendah dibandingkan dengan metode daur ulang baja konvensional. Panatere menargetkan produksi hingga 1.000 ton baja daur ulang per tahun ketika pabrik skala penuh beroperasi sekitar tahun 2028.Perusahaan akan terus bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk menguji dan menyempurnakan teknologi ini, dengan tujuan mempopulerkan produksi logam berkelanjutan yang kuat secara ekonomi sekaligus membantu menjaga rantai pasokan lokal agar lebih efisien dan ramah lingkungan.
Inovasi ini adalah terobosan penting dalam menggabungkan teknologi energi terbarukan dengan proses daur ulang baja yang selama ini sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Jika berhasil dilakukan secara masif, dapat mendorong perubahan paradigma dalam industri manufaktur yang selama ini belum banyak memperhatikan circular economy secara serius.