Peneliti BRIN Pastikan Bola Api di Langit Cirebon Adalah Meteor Terang
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
06 Okt 2025
238 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Meteor yang terlihat di Cirebon adalah fenomena alami yang menarik perhatian.
Perbedaan antara meteoroid, meteor, dan meteorit penting untuk dipahami dalam konteks astronomi.
Hujan meteor dapat diprediksi dan terjadi saat Bumi melewati material yang ditinggalkan oleh komet.
Pada tanggal 5 Oktober 2025, warga di Cirebon dikejutkan dengan munculnya bola api terang yang melintas di langit. Fenomena ini mendapat perhatian luas dan membuat banyak orang penasaran mengenai asal usul benda tersebut. Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera melakukan analisis untuk memberikan penjelasan ilmiah.
NASA menjelaskan bahwa benda langit yang jatuh ke Bumi sering disebut dengan tiga istilah berbeda, yaitu meteoroid, meteor, dan meteorit. Meteoroid adalah batuan luar angkasa yang masih berada di antariksa. Ketika meteoroid memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi dan terbakar, benda ini disebut meteor atau bintang jatuh.
Meteor bisa terlihat sangat terang hingga disebut bola api. Sebagian meteoroid akan habis terbakar di atmosfer, namun sebagian kecil ada yang sampai ke permukaan Bumi dan disebut meteorit. Meteorit ini biasanya berukuran kecil, dari sebesar kerikil hingga sebesar kepalan tangan. Material meteoroid yang masuk ke Bumi diperkirakan mencapai ratusan juta ton tiap tahunnya.
Peneliti dari BRIN, Thomas Djamaluddin, mengonfirmasi bahwa bola api yang terlihat di Cirebon merupakan meteor berukuran cukup besar yang masuk ke atmosfer pada sore hari. Kesimpulan ini didukung oleh data rekaman CCTV, kesaksian warga, serta data getaran dan dentuman yang tercatat oleh BMKG Cirebon.
Fenomena meteor seperti ini bukan hal yang langka dan dapat diprediksi jika berhubungan dengan hujan meteor yang diakibatkan oleh reruntuhan komet atau asteroid di orbit Bumi. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan mendapatkan informasi dari sumber terpercaya agar pemahaman mengenai kejadian langit semakin jelas dan tepat.
Analisis Ahli
Thomas Djamaluddin
Analisisnya didasarkan pada pengamatan data visual dan sensor BMKG sehingga valid mendukung kesimpulan bahwa bola api tersebut adalah meteor yang cukup besar yang masuk atmosfer.
