AI summary
Fenomena dentuman keras di Cirebon disebabkan oleh meteor yang melintas. Gelombang kejut dari meteor terdeteksi oleh sensor BMKG. Ukuran meteor Cirebon lebih kecil dibandingkan meteor Bone yang jatuh pada tahun 2009. Pada malam Minggu, 5 Oktober 2025, warga di Kuningan dan Cirebon, Jawa Barat, mendengar suara dentuman keras yang mengejutkan. Suara ini juga menyebabkan getaran di beberapa wilayah dan terekam oleh kamera pengawas serta video amatir.Peneliti dari Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa dentuman berasal dari meteor berukuran sekitar 3-5 meter yang melintas di atmosfer di atas wilayah tersebut sekitar pukul 18.35 hingga 18.39 WIB.Ketika meteor mencapai lapisan atmosfer yang lebih padat, terjadi gelombang kejut yang menyebabkan suara dentuman keras terdengar oleh warga dan sensor BMKG di Cirebon juga merekam gelombang tersebut pada waktu yang sama.Meteor ini diperkirakan jatuh di Laut Jawa setelah melewati wilayah Kuningan dan Cirebon. Fenomena ini dibandingkan dengan kejadian meteor Bone pada 2009 yang jauh lebih besar dan menimbulkan efek getaran sampai 10 kilometer.Meskipun ukurannya lebih kecil, meteor ini cukup kuat untuk menimbulkan suara dentuman yang menimbulkan kehebohan. Kejadian ini mengingatkan pentingnya pemantauan benda asing yang memasuki atmosfer Bumi agar masyarakat lebih siap dan tidak panik.
Dentuman keras akibat meteor yang masuk atmosfer sering kali bikin warga panik, padahal ini adalah fenomena alam yang sudah sering terjadi dan bisa diprediksi melalui pemantauan satelit dan sensor. Meski ukurannya kecil dibandingkan dengan meteor Bone, meteor ini tetap bisa menyebabkan gelombang kejut yang cukup signifikan, menunjukkan pentingnya edukasi publik mengenai meteor dan fenomena sejenis.