Dentuman Keras di Cirebon Berasal dari Meteor yang Melintas di Atmosfer
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
07 Okt 2025
227 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Fenomena dentuman keras di Cirebon disebabkan oleh meteor yang melintas.
Gelombang kejut dari meteor terdeteksi oleh sensor BMKG.
Ukuran meteor Cirebon lebih kecil dibandingkan meteor Bone yang jatuh pada tahun 2009.
Pada malam Minggu, 5 Oktober 2025, warga di Kuningan dan Cirebon, Jawa Barat, mendengar suara dentuman keras yang mengejutkan. Suara ini juga menyebabkan getaran di beberapa wilayah dan terekam oleh kamera pengawas serta video amatir.
Peneliti dari Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa dentuman berasal dari meteor berukuran sekitar 3-5 meter yang melintas di atmosfer di atas wilayah tersebut sekitar pukul 18.35 hingga 18.39 WIB.
Ketika meteor mencapai lapisan atmosfer yang lebih padat, terjadi gelombang kejut yang menyebabkan suara dentuman keras terdengar oleh warga dan sensor BMKG di Cirebon juga merekam gelombang tersebut pada waktu yang sama.
Meteor ini diperkirakan jatuh di Laut Jawa setelah melewati wilayah Kuningan dan Cirebon. Fenomena ini dibandingkan dengan kejadian meteor Bone pada 2009 yang jauh lebih besar dan menimbulkan efek getaran sampai 10 kilometer.
Meskipun ukurannya lebih kecil, meteor ini cukup kuat untuk menimbulkan suara dentuman yang menimbulkan kehebohan. Kejadian ini mengingatkan pentingnya pemantauan benda asing yang memasuki atmosfer Bumi agar masyarakat lebih siap dan tidak panik.
Analisis Ahli
Thomas Djamaluddin
Fenomena dentuman disebabkan oleh gelombang kejut saat meteor berukuran 3-5 meter melintas di atmosfer dan diperkirakan jatuh di Laut Jawa.