Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Insiden Xiaomi SU7 Bergerak Sendiri Picu Perdebatan Keamanan Fitur Remote Parking

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
News Publisher
04 Okt 2025
42 dibaca
2 menit
Insiden Xiaomi SU7 Bergerak Sendiri Picu Perdebatan Keamanan Fitur Remote Parking

TLDR

Insiden dengan Xiaomi SU7 menunjukkan pentingnya keamanan dalam teknologi kendaraan otonom.
Pentingnya komunikasi yang jelas antara produsen dan pengguna mengenai fitur kendaraan.
Penggunaan teknologi canggih seperti Remote Parking Assist harus diimbangi dengan pengujian yang menyeluruh dan protokol operasional yang jelas.
Baru-baru ini, sebuah kejadian unik terjadi pada mobil listrik Xiaomi SU7 di China yang tiba-tiba bergerak maju dari tempat parkirnya tanpa ada pengemudi di dalam. Insiden ini menjadi viral setelah pemilik membagikan rekaman kamera pengawas yang menunjukkan mobil itu aktif dan berjalan sendiri saat kedua penghuni berada di dalam rumah.Setelah insiden tersebut, pemilik langsung menghubungi layanan pelanggan Xiaomi yang menduga kemungkinan ponsel pemilik tidak sengaja mengaktifkan fungsi remote start pada kendaraan. Xiaomi pun membentuk tim khusus untuk mengecek data backend kendaraan dan log operasi smartphone dengan persetujuan pemilik mobil.Hasil investigasi menunjukkan bahwa mobil tersebut menerima perintah Remote Parking Assist (RPA) dari iPhone 15 Pro Max pemilik yang berada dalam jangkauan Bluetooth, sehingga mobil bergerak keluar dari parkiran. Xiaomi menegaskan fitur ini memang hanya bisa aktif jika ponsel yang berwenang berada sangat dekat dengan kendaraan.Kejadian ini memicu diskusi lebih luas di industri otomotif tentang pentingnya keselamatan dan keandalan fitur kendali mobil jarak jauh. Para ahli menekankan fitur-fitur canggih seperti ini harus dibekali mekanisme pengamanan yang kuat agar tidak menimbulkan risiko bagi pengendara dan lingkungan sekitar.Xiaomi sendiri meluncurkan SU7 pada tahun 2024 sebagai SUV elektrik premium yang menawarkan spesifikasi tinggi dan teknologi modern. Meskipun Tesla masih mendominasi pasar global, perusahaan-perusahaan China seperti Xiaomi mulai menguatkan posisinya dengan inovasi dan penawaran menarik yang membuat persaingan semakin ketat.

Experts Analysis

Dr. Andi Wijaya (Ahli Keamanan Kendaraan Pintar)
Fitur seperti Remote Parking Assist memang sangat membantu, tetapi tanpa lapisan keamanan ekstra seperti autentikasi biometrik, risiko penyalahgunaan atau kesalahan aktivasi akan tetap tinggi.
Prof. Maria Li (Spesialis Teknologi Otomotif)
Keamanan dan transparansi data kendaraan merupakan kunci utama untuk menjaga kepercayaan pelanggan, terutama saat mobil semakin terhubung dengan perangkat lain seperti smartphone.
Editorial Note
Insiden ini menunjukkan bahwa seiring kemajuan fitur kendaraan pintar, risiko kesalahan pengguna atau kontrol tidak disengaja bisa saja terjadi, sehingga produsen harus berinvestasi lebih dalam pengamanan sistem. Xiaomi sudah melakukan langkah tepat dengan transparansi dan klarifikasi, tapi industri otomotif China harus mengadopsi standar global untuk menghindari insiden yang bisa merusak reputasi dan kepercayaan konsumen.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.