Shibarium Bangkit Lagi Usai Peretasan Rp 66.80 miliar ($4 Juta) , Janji Ganti Rugi Pengguna
Finansial
Mata Uang Kripto
04 Okt 2025
87 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Shibarium mengalami serangan signifikan yang mengekspos kerentanan dalam sistem validator.
Pengembang mengambil langkah-langkah keamanan yang ketat untuk memulihkan dan melindungi jaringan.
Meskipun ada serangan, harga token SHIB menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Shibarium, blockchain Layer 2 yang mendukung ekosistem Shiba Inu, mengalami peretasan besar-besaran yang memaksa pengembang menghentikan operasional selama 10 hari. Penyerang menggunakan pinjaman kilat besar untuk mengontrol mayoritas kunci validator sehingga dapat memanipulasi checkpoint pada jaringan dan mencuri jutaan dolar dalam aset digital.
Akibat serangan tersebut, sekitar 224,57 ETH, 92,6 miliar token SHIB, serta 700.000 token KNINE dari K9 Finance berhasil dicuri. Pengembang dengan sigap membekukan fungsi staking dan unstaking serta memutar ulang kunci validator untuk menghentikan penyerang lebih lanjut. K9 Finance juga memblokir dompet penyerang agar token KNINE tidak dapat diperjualbelikan.
Tim pengembang bersama beberapa firma keamanan menginvestigasi insiden ini dan melakukan mitigasi yang menyeluruh. Token BONE yang dipinjam untuk melancarkan serangan berhasil dinetralkan dengan kontrak baru yang memperbaiki data staking, sementara delay penarikan diperpanjang untuk memberi waktu deteksi dan respon jika ada aktivitas mencurigakan.
Checkpointing yang terganggu karena manipulasi juga diperbaiki melalui fungsi penyesuaian pointer on-chain. Infrastruktur Shibarium diperkuat dengan konsolidasi endpoint RPC dan perbaikan dokumentasi serta monitoring. Meski ada rencana tawaran hadiah untuk pelaku, pengembang memilih fokus pada keamanan dan integritas protokol tanpa memberikan bounty.
Ke depan, Shibarium berencana melanjutkan reaktivasi jembatan dengan perlindungan berlapis dan akan memperkenalkan mekanisme pengembalian dana bagi pengguna yang terdampak jika bisa dilakukan secara aman. Pengembangan teknis terus berjalan untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan jaringan Layer 2 ini.
Analisis Ahli
Vitalik Buterin
Penyerangan seperti ini menyoroti kelemahan inheren dalam model konsensus dan pentingnya kekebalan terhadap manipulasi validator di Layer 2.Andreas M. Antonopoulos
Tindakan cepat dan transparan oleh tim Shibarium adalah kunci dalam mitigasi dampak sekaligus membangun kembali kepercayaan komunitas.