Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Saham AppLovin Jadi Pilihan Momentum Terbaik Saat Ini

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (5mo ago) investment-and-capital-markets (5mo ago)
03 Okt 2025
50 dibaca
1 menit
Mengapa Saham AppLovin Jadi Pilihan Momentum Terbaik Saat Ini

Rangkuman 15 Detik

AppLovin menunjukkan kinerja yang sangat baik dan memiliki skor gaya momentum yang baik.
Revisi estimasi pendapatan yang positif menunjukkan kepercayaan pasar terhadap perusahaan.
Investasi momentum bisa menjadi strategi yang efektif jika didasarkan pada analisis yang tepat.
Momentum investing adalah strategi dimana investor mengikuti tren harga saham untuk mendapatkan keuntungan dengan membeli saat harga sedang naik dan berharap harga akan terus meningkat. Namun, menemukan indikator momentum yang tepat seringkali sulit, sehingga Zacks Momentum Style Score membantu mempermudah pemilihan saham. AppLovin (APP) saat ini memiliki Momentum Style Score B dan Zacks Rank #1 (Strong Buy), menjadikannya salah satu saham teknologi yang menjanjikan untuk investasi jangka pendek karena tren harga yang kuat dan optimisme pasar. Dalam seminggu terakhir, harga saham APP naik 3,12% sementara industri Teknologi turun 2,09%. Dalam jangka waktu yang lebih panjang, saham APP naik tajam 97,4% selama tiga bulan terakhir dan 405,46% selama setahun, jauh melampaui rata-rata pasar. Volume perdagangan APP yang tinggi, yaitu rata-rata 11.283.931 saham dalam 20 hari terakhir, menunjukkan minat investor yang kuat dan mendukung sinyal bullish pada tren harganya. Selain itu, estimasi laba per saham APP sedang mengalami revisi naik yang konsisten, dari Rp 140.28 miliar ($8,40 m) enjadi Rp 15.23 juta ($9,12) dalam 60 hari terakhir, yang semakin memperkokoh alasan mengapa APP termasuk dalam daftar saham dengan momentum yang solid dan potensi kenaikan harga yang berkelanjutan.

Analisis Ahli

Jeremy Siegel (Professor of Finance, Wharton)
Momentum saham teknologi tinggi seperti AppLovin biasanya didorong oleh ekspektasi pertumbuhan yang kuat, namun perlu diikuti dengan analisis fundamental secara ketat agar tidak terjebak dalam gelembung harga.
Aswath Damodaran (Professor of Finance, NYU)
Revisi estimasi laba yang meningkat menandakan keyakinan analis terhadap prospek perusahaan, yang mendukung kelanjutan momentum saham ke depan.