Apakah Saham AppLovin Masih Layak Dibeli? Analisis Valuasi dan Prediksi
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
11 Sep 2025
156 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Saham AppLovin mengalami lonjakan signifikan, tetapi analisis menunjukkan bahwa saham tersebut mungkin dinilai terlalu tinggi.
Metode DCF menunjukkan nilai intrinsik yang lebih rendah dibandingkan harga saham saat ini.
Pendekatan 'Narratives' memberikan cara baru untuk mengevaluasi nilai perusahaan berdasarkan proyeksi pribadi.
AppLovin telah menunjukkan performa saham yang sangat mengesankan dengan kenaikan besar dalam beberapa tahun terakhir, membuat banyak investor penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik lonjakan ini.
Perusahaan ini berada di garis depan dalam teknologi monetisasi mobile dan iklan digital, sehingga sentimen pasar terhadap sektor ini sangat memengaruhi valuasi dan ekspektasi pertumbuhan AppLovin.
Namun, ketika menggunakan metode valuasi klasik seperti Discounted Cash Flow dan Price-to-Earnings Ratio, hasilnya menunjukkan bahwa saham AppLovin saat ini diperdagangkan di atas nilai wajarnya, menandakan potensi risiko overvaluasi.
Simply Wall St juga memperkenalkan metode baru bernama Narrative yang menggabungkan aspek narasi bisnis dan ekspektasi komunitas untuk menilai nilai saham dengan cara yang lebih personal dan dinamis, memberikan pandangan yang berbeda dari sekadar angka semata.
Dengan beragam pandangan dan angka valuasi yang bertentangan, investor disarankan untuk mempelajari baik-baik risiko dan prospek yang ada, serta mempertimbangkan pendekatan yang lebih holistik sebelum memutuskan tindakan investasi selanjutnya.