TLDR
Zero-Knowledge Proofs dapat menjadi solusi untuk masalah privasi dalam adopsi blockchain. Kemudahan dalam pengembangan aplikasi ZKP dengan bahasa pemrograman baru membuat teknologi ini lebih accessible. Adopsi teknologi blockchain dan cryptocurrency di kalangan perusahaan semakin meningkat, meskipun tantangan privasi masih ada. Teknologi blockchain kini semakin diminati perusahaan karena banyak yang mulai menguji atau mengimplementasikan solusi Web3. Namun, satu masalah utama yang menghambat adopsi massal adalah kurangnya alat privasi yang memadai, khususnya untuk transaksi bisnis yang memerlukan keamanan tinggi di jaringan publik.Beberapa bank besar mulai mengintegrasikan layanan kripto, seperti BBVA di Spanyol yang menjadi pelopor menawarkan perdagangan kripto 24 jam bagi nasabah ritel. Meski begitu, perusahaan tetap khawatir soal privasi dan keamanan transaksi mereka di blockchain.Teknologi zero-knowledge proofs (ZKPs) menjadi solusi yang memungkinkan transaksi tetap transparan tapi juga privat, karena dapat membuktikan kebenaran suatu data tanpa mengungkap data tersebut. Namun, pengembangan aplikasi ZKP selama ini sulit karena memerlukan keahlian khusus dalam kriptografi.Untuk mengatasi hal ini, Stellar Development Foundation bekerja sama dengan Aztec Network menghadirkan bahasa pemrograman baru seperti NoirLang yang mudah dipelajari oleh programmer biasa. Selain itu, muncul pula virtual machine khusus zero-knowledge (zkVM) seperti Risc0 yang mempermudah developer integrasi ZKP ke berbagai blockchain Layer-1.Meski teknologi ini masih dalam tahap pengembangan dan pengujian, para ahli dan pengembang optimis ZKPs akan mengubah cara blockchain digunakan secara luas, meningkatkan privasi dan keamanan tanpa mengorbankan transparansi, sehingga membuka jalan bagi aplikasi blockchain di banyak sektor.