Simulasi Superkomputer Ungkap Rahasia Energi Gelap yang Bervariasi di Alam Semesta
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
03 Okt 2025
4 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian menunjukkan bahwa energi gelap dapat bervariasi seiring waktu, menantang model kosmologis standar.
Simulasi menggunakan Fugaku menghasilkan prediksi yang lebih akurat tentang struktur galaksi dan cluster galaksi.
Data DESI memberikan wawasan baru yang dapat mengubah cara kita memahami evolusi alam semesta.
Tim ilmuwan dari Jepang, Spanyol, dan Amerika Serikat menggunakan salah satu superkomputer tercepat di dunia, Fugaku, untuk menjalankan simulasi kosmologis besar dalam mempelajari energi gelap. Energi gelap diyakini sebagai penyebab percepatan ekspansi alam semesta, tetapi sifatnya masih banyak misteri. Studi ini mencoba menguji apakah energi gelap bersifat dinamis atau konstan sepanjang waktu.
Dalam studi ini, ada tiga simulasi utama yang dilakukan, dengan dua di antaranya memasukkan konsep energi gelap dinamis (DDE). Satu simulasi menggunakan parameter standar dari model Lambda Cold Dark Matter (ΛCDM) yang sudah dikenal selama ini, sementara yang lain menggunakan data terbaru dari instrumen DESI yang menyatakan ada peningkatan densitas materi alam semesta.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa energi gelap dinamis punya efek yang relatif kecil terhadap struktur kosmik. Namun, peningkatan densitas materi yang diperoleh dari data DESI memiliki dampak besar, seperti menghasilkan 70% lebih banyak gugus galaksi di awal alam semesta dan pergeseran gelombang osilasi akustik baryon (BAO) yang sesuai dengan pengamatan.
Simulasi ini juga memperlihatkan bagaimana peningkatan densitas materi dapat memperkuat pengelompokan galaksi pada skala kecil, yang mengonfirmasi kebenaran model tersebut. Hal ini memberi dasar penting bagi interpretasi data masa depan dari proyek survei besar seperti Subaru Prime Focus Spectrograph dan DESI.
Jepang sendiri tengah mengembangkan penerus Fugaku, yaitu FugakuNEXT, dengan investasi mencapai 750 juta dolar, untuk mempercepat penelitian ilmiah dan kecerdasan buatan. Studi ini memberikan dasar teori yang kuat bagi pemahaman energi gelap dan struktur alam semesta yang dapat membawa perubahan besar dalam ilmu kosmologi.
Analisis Ahli
Tomoaki Ishiyama
Studi ini menyediakan landasan teoritis yang kuat untuk interpretasi data dari survei galaksi skala besar yang sedang dan akan datang.Dark Energy Spectroscopic Instrument (DESI) Team
Temuan awal kami menunjukkan energi gelap mungkin tidak konstan, membuka kemungkinan baru dalam pemahaman percepatan alam semesta.

