Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Zehra Naqvi Luncurkan Lore, Platform Baru Untuk Eksplorasi Fandom Internet

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
News Publisher
03 Okt 2025
1501 dibaca
2 menit
Zehra Naqvi Luncurkan Lore, Platform Baru Untuk Eksplorasi Fandom Internet

TLDR

Lore bertujuan untuk mengembalikan kegembiraan dalam menjelajahi fandom di internet.
Zehra Naqvi menggunakan pengalaman pribadinya sebagai penggemar untuk menciptakan platform yang memenuhi kebutuhan pengguna.
Dengan dukungan dari investor, Lore berpotensi menjadi aplikasi penting bagi penggemar untuk berbagi dan mendalami minat mereka.
Zehra Naqvi adalah seorang penggemar obsesif yang tumbuh di era Tumblr dan Twitter pada 2010-an. Dia menghabiskan waktu berjam-jam mengeksplorasi budaya pop, seperti Marvel dan One Direction, dan mengumpulkan 250.000 pengikut di media sosial. Namun, dia merasa tidak ada platform yang melacak minat dan konsumsi obsesi tersebut dengan baik.Dia kemudian mendirikan Lore, sebuah platform pencarian yang dirancang untuk membantu orang menemukan dan menelusuri obsesi internet mereka secara mendalam. Lore memberi pengguna alat untuk mengeksplorasi teori penggemar, konteks budaya, dan berbagai informasi menarik lainnya yang terkait dengan fandom favorit mereka.Lore juga menyediakan fitur untuk membangun grafik personal obsesi, memberi pembaruan tentang fandom, dan melaporkan perkembangan minat pengguna setiap bulan. Platform ini dibuat agar pengguna bisa lebih menikmati dan bermain dengan pengetahuan daripada hanya sekadar mengonsumsinya.Zehra mendapat pendanaan awal sebesar 1,1 juta dolar dari Village Global dan Precursor Ventures. Pendanaan ini akan digunakan untuk menarik lebih banyak pengguna dan melanjutkan pengujian produk. Lore diharapkan akan resmi diluncurkan secara penuh pada tahun berikutnya setelah tahap stealth berakhir.Zehra ingin Lore menjadi ruang yang menghargai obsesi sebagai sesuatu yang sakral, bukan memalukan, dan mengembalikan kegembiraan pada internet di tengah fragmentasi dan kebisingan media sosial modern. Dia melihat Lore sebagai versi 'Perpustakaan Aleksandria' untuk era fandom saat ini, menghadirkan pengalaman fandom yang lebih dalam dan bermakna.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.