Bahaya di Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia: Risiko Kecelakaan Mirip Chernobyl Mengancam
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
03 Okt 2025
91 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Situasi di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporozhzhia sangat mengkhawatirkan karena ketergantungan pada generator cadangan.
IAEA terus memantau situasi untuk mencegah potensi kecelakaan nuklir yang dapat berakibat fatal.
Konflik yang berlangsung di daerah sekitar pembangkit membatasi upaya perbaikan dan pemulihan sumber daya listrik.
Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang merupakan yang terbesar di Eropa, saat ini menghadapi situasi serius akibat perang antara Rusia dan Ukraina. Sejak tanggal 23 September, pembangkit ini beroperasi tanpa pasokan listrik dari luar dan hanya mengandalkan generator cadangan untuk daya. Sumber daya ini hanya cukup untuk bertahan sekitar 10 hari tanpa pasokan ulang.
Meski reaktor nuklir sudah dalam keadaan shutdown dingin selama lebih dari tiga tahun, risiko tetap ada terutama jika daya dari generator cadangan habis dan sistem pendingin gagal berfungsi. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan bahan bakar nuklir meleleh dan menimbulkan kecelakaan besar.
IAEA dan Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa perbaikan jaringan listrik utama dan cadangan di sekitar pembangkit terkendala karena pertempuran yang masih berlangsung. Meski ada cukup peralatan dan staf, konflik membuat upaya perbaikan menjadi sangat sulit dan berbahaya.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, telah memperingatkan bahwa situasi di pembangkit adalah 'kritis' dan meminta perhatian dunia. IAEA juga mengingatkan bahwa menggunakan daya darurat tidak berkelanjutan dan diperlukan tindakan cepat dari kedua belah pihak untuk mengembalikan pasokan listrik eksternal demi keamanan nuklir.
Warga dan para ahli khawatir akan terulangnya bencana seperti Chernobyl pada tahun 1986 yang memiliki dampak jangka panjang besar terhadap kesehatan dan lingkungan. Untuk sementara ini, tingkat radiasi masih normal, tapi risiko kecelakaan tetap tinggi jika masalah listrik tidak cepat diselesaikan.
Analisis Ahli
Rafael Mariano Grossi
Menyoroti bahwa penggunaan daya darurat bukan solusi jangka panjang dan bahwa tidak ada pihak yang diuntungkan dari kecelakaan nuklir, menunjukkan kebutuhan kolaborasi internasional untuk mengamankan site.

