Rusia Kembangkan Sistem Nuklir Siklus Bahan Bakar Tertutup Pertama di Dunia
Sains
Iklim dan Lingkungan
26 Sep 2025
216 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Rusia berencana untuk menjadi pemimpin dalam teknologi energi nuklir dengan siklus bahan bakar tertutup.
Permintaan akan energi nuklir diperkirakan akan meningkat, terutama di negara berkembang.
Keselamatan dan perlindungan fisik fasilitas nuklir menjadi prioritas utama dalam pengembangan energi nuklir.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan rencana pembangunan sistem tenaga nuklir dengan siklus bahan bakar tertutup pertama di dunia yang akan dibangun di wilayah Tomsk pada tahun 2030. Sistem ini bertujuan untuk menggunakan kembali hampir seluruh bahan bakar nuklir bekas agar lebih efisien dan ramah lingkungan.
Putin menjelaskan bahwa dengan meningkatnya permintaan energi nuklir di dunia, terutama dari negara berkembang, sumber uranium yang kini tersedia diperkirakan akan habis antara tahun 2060-an hingga 2090. Oleh sebab itu, penting untuk mengadopsi teknologi yang memungkinkan daur ulang bahan bakar nuklir agar pasokan dapat bertahan lebih lama.
Sebagai bagian dari upaya ini, Rusia juga membuka peluang bagi para ilmuwan internasional untuk bergabung di Pusat Riset Internasional yang sedang dibangun di wilayah Ulyanovsk. Tempat ini akan menjadi lokasi pengujian dan pengembangan bahan bakar nuklir tertutup dan material canggih lainnya.
Selain fokus pada siklus bahan bakar tertutup, Rusia juga tengah mengembangkan berbagai teknologi nuklir lainnya, termasuk reaktor modular dan pembangkit listrik tenaga nuklir terapung. Keselamatan dan perlindungan fasilitas nuklir juga menjadi prioritas utama Pemerintah Rusia dalam penggunaan energi nuklir.
Saat ini, Rusia memiliki 36 reaktor nuklir operasional dengan kapasitas 27 gigawatt dan sedang membangun tujuh reaktor tambahan. Rusia berada di peringkat keempat dunia dalam kapasitas energi nuklir setelah Amerika Serikat, Prancis, dan China.
Analisis Ahli
Rafael Grossi
Pengembangan siklus bahan bakar tertutup merupakan langkah strategis yang dapat mengubah paradigma energi nuklir global dan mendukung target energi bersih dunia.

