Bitcoin Melonjak di Atas Rp 2.00 juta ($120.000) , Analis Prediksi Rally Berlanjut Oktober Ini
Finansial
Mata Uang Kripto
02 Okt 2025
63 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan harga di atas $120.000.
Penutupan pemerintah dapat mempengaruhi perekonomian dan keputusan di pasar keuangan.
Optimisme untuk ETF altcoin dapat mendorong minat investor di pasar cryptocurrency.
Bitcoin baru-baru ini berhasil menembus harga Rp 2.00 juta ($120.000) , angka yang terakhir terlihat pada pertengahan Agustus. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi para trader dan investor yang berharap pasar aset risiko, termasuk cryptocurrency, akan terus menguat di kuartal akhir tahun. Kenaikan harga juga didukung oleh sentimen pasar yang membaik setelah pembalikan harga di akhir September.
Pasar derivatif Bitcoin menunjukkan tanda-tanda bullish dengan peningkatan minat terbuka di kontrak futures yang mencapai rekor tinggi sebesar Rp 544.42 triliun ($32,6 miliar) . Ini menandakan bahwa banyak trader memposisikan diri untuk kenaikan harga lebih lanjut. Namun, posisi short juga meningkat, yang bisa memicu pressure short squeeze apabila harga terus naik.
Situasi shutdown pemerintah Amerika Serikat menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi data ekonomi serta keputusan Federal Reserve. Shutdown ini juga berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi, terutama jika ancaman terhadap pekerja federal benar-benar terjadi. Hal ini menambah ketidakpastian yang perlu diperhatikan oleh para investor.
Selain Bitcoin, kelompok altcoin juga menunjukkan tren kenaikan. Dogecoin naik hampir 3% dalam 24 jam terakhir dan indeks CoinDesk 20 yang melacak 20 aset kripto terbesar menguat 1,5%. Namun, permohonan ETF untuk beberapa altcoin sedang tertahan terlebih dahulu sampai pemerintah AS kembali beroperasi karena SEC menghentikan proses peninjauan selama shutdown.
Para analis dari perusahaan seperti Wincent menilai bahwa harga Bitcoin sedang memasuki fase rally yang kuat. Dengan nilai pasar total yang kini kembali di atas Rp 66.80 quadriliun ($4 triliun) , mereka optimis bahwa harga akan bertahan di atas angka psikologis Rp 1.92 juta ($115.000) hingga Rp 2.00 juta ($120.000) dalam minggu-minggu mendatang, didorong oleh sentimen positif dan faktor teknikal seperti celah harga di bursa CME.
Analisis Ahli
Paul Howard
Dengan Bitcoin bergerak mencapai level yang belum terlihat sejak Juli dan kapitalisasi pasar di atas $4 triliun, kemungkinan besar kita akan menyaksikan rally yang bertahan lama di atas $120.000.